Ingat legenda Arema Ini? Setelah Dikabarkan Jadi Sopir Taksi, Kini Nasibnya Malah…


SURATKABAR.ID Noh Alam Shah yang akrab disapa dengan Along, bersama Ridhuan datang ke Tanah Air untuk membela Arema. Keduannya pun mendapat kesuksesan saat berkostum Arema Indonesia, khususnya Along menjadi legenda bagi Arema.

Namun bagaimana kehidupannya sekarang, setelah hampir 1 dekade meninggalkan Malang?

Sedikit kembali ke belakang, Along yang diberkati kekuatan dalam sepak bola. Fisiknya yang tak kenal lelah membuatnya unggul dalam hal kecepatan. Selain itu Along juga kuat dalam duel bola udara. Lalu yang terpenting adalah ia merupakan penyerang yang oportunis dengan finishing yang sempurna.

Akan tetap, pemain yang punya darah Indonesia dari kakek ibunya itu juga punya tempramen tinggi.

Along boleh dikatakan berjaya di Indonesia. Bersama Arema, Along menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang jempolan. Aksi-aksinya dengan cepat sangat dinanti oleh Aremania (pendukung fanatik Arema). Bagaimana tidak menjadi idola? Along kerap membuat gol-gol kemenangan Singo Edan.

Kengototannya bermain untuk Arema membuat nama Along menjadi legenda di tahun 2009.

Di musim perdananya, ia berhasil membawa Arema menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2009/10. Along juga kagum dengan atmosfer sepak bola Indonesia, khususnya suporter yang fanatik di Malang. Hal tersebut tak pernah ia rasakan saat berkarier di Singapura.

Selama tiga musim membela Arema, pemain yang menjadi legenda bagi Aremania ini berhasil mengkoleksi 31 gol. Sebuah torehan yang baik.

Baca juga: Wah..Pensiun Dari Lapangan Hijau Legenda Arema Ini Pilih Jadi Supir Taksi

Seusai tak lagi membela Singo Edan, Along sempat membela Persib Bandung dan PSS Sleman, masing –masing semusim. Namun tampanya memang jodoh Along adalah Arema, di dua klub tersebut Along gagal bersinar. Hingga akhinya ia memutuskan pulang kampung ke Tampines Rovers.

Namun tidak seperti banyak pemain Eropa yang bisa bersantai-santai pasca pensiun, Along tidak bisa bersantai menikmati hasil kerja kerasnya selama belasan tahun di sepakbola karena jasanya selama ini memang tidak terbayar dengan baik.

 Saat bermain di Tampines Rovers, Along mendapat bayaran yang tergolong kecil bagi seorang pesepak bola.

Di klub tersebut kabarnya Along tak mendapatkan gaji yang layak. Gaji pesepak bola di Singapura memang bisa dibilang kecil, yakni $5 ribu-12 ribu Singapura. Tentu bayaran tersebut bisa dibilang kecil.

Seperti dilansir dari FourFourTwo Indonesia, Along tetap Along yang pernah punya temperamen tinggi. penyerang berpostur tegap ini pun ‘memberontak’ dengan melupakan sepakbola dan menjadikan dirinya sebagai pengemudi taksi online.

Along pun menikmati profesi barunya. Pada tahun 2015 lalu, sebuah postingan di internet yang menunjukkan Along menjadi pengemudi taksi online, Grabcar, di Singapura cukup viral di dunia maya.

Menyikapi viralnya status barunya sebagai pengemudi taksi online, Along tak ambil pusing. Malah komentar Along terkesan dia sudah mati rasa dengan sepak bola.

“Ketika saya kecil, saya bermimpi menjadi pesepak bola yang sukses dan saya sudah mencapainya,” ujar Along yang dikutip dari The New Paper.

Along sendiri saat ini sudah tidak menjadi supir taksi online lagi karena sejak tahun 2016 lalu ia bekerja sebagai eksekutif di departemen rental mobil di Komoco Motors, perusahaan yang juga merupakan distributor mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Jeep, Dodge, atau Hyundai dan juga Harley Davidson di Singapura.

Along pun mendapatkan pekerjaan barunya ini berkat eks presiden klub Tampines Rovers, Teo Hock Seng, yang memang merupakan pemilik Komoco Motors. Semoga bayaranmu sekarang jauh lebih baik lagi, Along!

http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPertama Kali Dalam Sejarah, Korea Utara Surati ASEAN, Begini Isinya
Berita berikutnyaMbah Mijan: Jupe Bisa Sembuh Kembali Asal Lakukan Ini