Kabar Gembira! Sri Mulyani Usulkan PNS Cuti Melahirkan Dapat Tunjangan Penuh


    SURATKABAR.ID – Beberapa usulan ditingkatkan untuk menyejahterakan para pegawai negeri sipil (PNS). Selain meningkatkan Tunjangan Kinerja, kabarnya usulan lainnya yang diajukan adalah pemberian hak tunjangan secara penuh untuk PNS yang cuti dikarenakan melahirkan.

    Sri Mulyani, selaku Menteri Keuangan menyebutkan jika selama ini PNS yang cuti karena melahirkan gaji yang diterima terkena potongan. Mereka yang cuti karena kehamilan hanya mendapatkan gaji pokok saja lantaran dianggap tidak bekerja.

    Berdasarkan keterangan Sri Mulyani, kebijakan tersebut menyusul adanya kesetaraan gender. Dan oleh sebab itulah beliau mengusulkan pemberian gaji plus tunjangan bagi PNS secara penuh bagi mereka yang cuti melahirkan.

    “Mereka punya hak yang sama lah untuk dapat sepenuhnya (gaji dan tunjangan),” katanya, Jumat (28/4), seperti yang tertera di tribunnews.com

    Baca juga: Geram! AJI Kecam Keras Tindakan Hary Tanoe Polisikan Tirto

    Sri Mulyani mengakui jika penerapan kebijakan tersebut tentu saja akan berpengaruh terhadap perencanaan dari pengangaran APBN. Meski belum ada perhitungan atas tambahan biaya, namun Sri menyebutkan jika jumlahnya tidak akan besar.

    Sri berharap jika usulan tersebut juga bisa diajukan oleh Kementerian lainnya agar menjadi aturan dalam lingkung nasional atau mengglobal.

    Sumiyati, selaku Inspektur Jenderal Kemenkeu menyebutkan saat ini peraturan menyebutkan untuk PNS yang cuti melahirkan mendapatkan tunjangan, meski begitu jumlahnya tidak sebesar penerimaan gaji dan tunjangan saat bekerja secara normal.

    “Sehingga tidak inisiatif satu kementerian, tapi merupakan sifatnya policy secara nasional,” ujar Sri.

    Baca juga: Pengamat Sebut Vonis Ahok Jadi Pertimbangan Jokowi Sebelum Putuskan Reshuffle

    Untuk usulan yang diberikan oleh Sri Mulyani, Sumiyati mendukung hal tersebut karena mengingat dapat meningkatkan kinerja PNS di Tanah Air.

    “Dalam beberapa tahun ini sudah dapat (tunjangan) tapi tidak diberikan 100 persen karena dengan pertimbangan yang bersangkutan tidak harus ke kantor,” ujarnya.

    Bagaimana apakah Anda setuju dengan usulan untuk cuti melahirkan ini?