Kapolda Iriawan: Publik Sudah Lelah dengan Demo Ahok


SURATKABAR.ID – Inspektur Jenderal Polisi M. Iriawan selaku Kapolda Metro Jaya menegaskan tidak akan mengizinkan elemen masyarakat berunjuk rasa menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara untuk memvonis berat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia juga mengungkapkan publik saat ini sudah lelah dengan demo Ahok.

“Tidak boleh. Sudah kami sampaikan, [mau] aksi apalagi? Sudah cukuplah,” kata Irjen Polisi M. Iriawan di Jakarta, Kamis (27/4/2017), seperti diwartakan dalam Republika. Iriawan menyatakan proses hukum terhadap Basuki sebagai terdakwa penodaan agama sedang berlangsung sehingga masyarakat tidak perlu berunjuk rasa.

Iriawan menuturkan masyarakat sudah “lelah” menghadapi aksi unjuk rasa menuntut hukuman terhadap Basuki.

“Marilah kita selesaikan semuanya di pengadilan,” imbau Iriawan.

Baca juga: Pengamat Sebut Vonis Ahok Jadi Pertimbangan Jokowi Sebelum Putuskan Reshuffle

Percayakan Proses Hukum Kepada Pengadilan

Mantan Kapolda Jawa Barat itu mengajak masyarakat Jakarta untuk membangun semangat bekerja, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran. Iriawan mengatakan, aparat penegak hukum telah bekerja sesuai prosedur dalam menangani kasus penodaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat harus percaya kepada pengadilan.

Terkait rencana pengamanan sidang putusan BTP Ahok pada 9 Mei 2017, Iriawan mengungkapkan Polda Metro Jaya bersama jajaran polres siap mengamankan sesuai kekuatan personel yang dibutuhkan di lapangan.

Sebelumnya, salah satu elemen keagamaan berencana menggelar “long march” dari Masjid Istiqlal menuju Mahkamah Agung (MA). Kegiatan ini dilakukan demi untuk menuntut majelis PN Jakarta Utara agar Basuki sebagai terdakwa penodaan agama divonis penjara.

Di sisi lain, setelah pro kontra #AyoPenjarakanAhok vs #FreeAhok yang menjadi polemik selama ini, juga setelah pembacaan pledoi (pembelaan) dari pihak BTP Ahok, Majelis hakim akan membacakan putusan (vonis) terhadap Ahok pada Selasa, 9 Mei 2017.

Adapun Ahok dalam pembelaannya (pleidoi) yang bertajuk “Tetap Melayani Walau Difitnah”, ia menegaskan bahwa dirinya tak pernah menistakan agama atau menghina golongan masyarakat.

Baca juga: Salahkan Fatwa MUI, Aldwin: Sudah Tabiat Ahok Selalu Menyalahkan Orang Lain

“Sesuai dengan jadwal, maka putusan akan kami ucapkan hari Selasa, tanggal 9 Mei. Untuk itu, diperintahkan kepada Saudara Terdakwa untuk hadir dalam persidangan tersebut,” ujar hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto sebelum menutup sidang lanjutan Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (25/4/2017).

Ahok dituntut 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Jaksa menyebut Ahok terbukti melakukan tindak pidana yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 156 KUHP.