Lapar, Pria Jawa Barat Lakukan Hal Mengerikan Ini Pada Bayinya


SURATKABAR.ID – Orang tua harusnya mencurahkan cinta dan kasih sayangnya pada sang anak. Terlebih jika anak masih di usia yang sangat belia.

Namun, sungguh kejam perbuatan ayah muda terhadap bayinya ini. Taruna (23) tega melempar bayinya yang baru berusia 1,5 bulan ke dalam tungku api yang menyala.

Karena perbuatan sadisnya itu, Taruna akhirnya diamankan aparat Polsek Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa peristiwa menyeramkan ini terjadi di Kampung Singkup, RT 10 RW 02, Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, pada Minggu (23/4/2017) sore.

Baca juga: Masih Ingat Kasus Rizieq-Firza? Begini Perkembangannya Sekarang

“Pelakunya bernama Taruna, ayah kandungnya sendiri,” jelas Yusri dilansir liputan6.com.

Yusri menuturkan, peristiwa ini terjadi setelah Taruna pulang bekerja sebagai buruh tani. Ia merasa lapar setelah bekerja seharian. Namun, istrinya, Yeni Maryani (20), belum menyediakan makanan untuknya.

Hal tersebut membuat Taruna kesal. Kedua suami istri ini pun terlibat pertengkaran. “Istri pelaku pun ikut marah dengan melempar rantang ke lantai dapur,” lanjut Yusri.

Tak dapat membendung kekesalannya lagi, Taruna kemudian merampas bayinya yang sedang digendong istrinya. Tanpa basa-basi, pelaku yang tersulut emosinya ini langsung melemparkan bayi mungil ini ke arah tungku yang sedang menyala.

“Untungnya tidak sampai ke tengah tungku, tapi di bibir tungku,” ujar Yusri.

Setelah melemparkan bayinya yang bernama Susilawati, Taruna langsung melarikan diri. Sementara Yeni berusaha menyelamatkan buah hatinya sambil menangis histeris.

Tangisan Yeni ini mengundang perhatian warga di sekitar rumahnya. Mengetahui peristiwa yang terjadi, warga pun langsung memburu pelaku.

Akibat kekejaman ayahnya, Susilawati mengalami sejumlah luka lebam dan lecet di bagian tubuhnya. Bayi mungil ini pun dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin setelah sebelumnya ditangani dokter di Puskesmas Nyalindung.

Saat ini, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tersebut ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Bogor.