Akhirnya, Anies Akan Ijinkan Umat Islam DKI Jakarta Lakukan Hal-Hal Yang Sebelumnya Dilarang Ahok Ini


SURATKABAR.ID Gubernur DKI Jakarta 2017 Anies Baswedan versi hitung cepat KPU DKI menyebutkan tabligh akbar di Monas yang sempat dilarang akan diperbolehkan lagi saat dirinya menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

“Takbiran dibolehkan lagi, Monas boleh dipake Majelis Taklim, rumah dinas dipakai pengajian. Insyaallah kita kembalikan itu semuanya,” katanya di Masjid Agung At-Tiin, Jakarta Pusat, Senin (24/4/2017), seperti halnya dikutip dari Okezone.

Menurutnya, diperbolehkannya karena Indonesia adalah Negara pancasila. Sedangkan sila pertama, lanjut Anies adalah ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Oleh karena itu pasangan dari Sandiaga Salahuddin Uno itu memperbolehkan acara keagamaan dilakukan di Monas dan rumah dinas.

“Kenapa boleh karena Negara kita Negara pancasila. Sila pertama kita apa. Harusnya kegiatan keagamaan diperbolehkan oleh Negara,” tutupnya.

Sebelumnya, sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), melarang seluruh warga ibu kota dan kota penyangga lainnya untuk merayakan takbiran dengan menggunakan kendaraan motor di Jakarta.

Namun, suami Veronica Tan itu enggan menjelaskan alasan dari Pemprov DKI melarang umat muslim merayakan kemenangannya dengan cara takbiran keliling menggunakan sepeda motor yang telah menjadi tradisi.

Baca juga: Berjanji Tutup Alexis, Ini Pesan Ahok Kepada Anies-Sandi

Saat itu seperti dilansir dari Merdeka, Ahok mengatakan, Pemprov DKI melarang takbir keliling di Jakarta dan meminta aparat dari kepolisian dan Satpol PP menyisir warga yang melakukan konvoi takbir keliling.

Larangan itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Djarot Syaiful Hidayat saat memimpin rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) di Balai Kota, Rabu lalu (29/06/2016) lalu.

Kendati dilarang, namun Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shobri Lubis mengajak warga Jakarta untuk melakukan takbiran keliling pada Selasa (05/07/2016). “Ya biasa saja kita buat takbiran. Orang Indonesia dari dulu takbiran ya takbiran. Keliling yang keliling di masjid ya di masjid silakan. Yang keliling ya keliling,” kata Ahmad Shobri saat dihubungi, Senin (4/7).

Alasan pihaknya tidak menggubris imbau Pemprov DKI karena takbiran keliling adalah budaya umat muslim sejak zaman dulu. Sehingga, budaya tersebut harus tetap dilestarikan.

“Enggak ada urusan. Itu wadah tradisi muslim dari zaman dulu. Sekarang kalau dilarang itu namanya intoleran,” tegas Shobri.

Ahok sendiri enggan ambil pusing mengenai keinginan FPI. Dia justru meragukan keabsahan FPI sebagai sebuah organisasi. Ahok menyindir FPI. Menurutnya, jika FPI mau melakukan takbiran tak perlu mengajak orang lain.

“Memang FPI resmi ya? Resmi enggak sih ormasnya? Takbiran enggak usah pakai nama FPI dong. Takbiran, takbiran saja,” kata Ahok di Terminal Pulogebang, Jakarta, Senin (04/07/2016). http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTerkuak! Para Psikiater Ini Sebutkan 2 Gangguan Mental Berbahaya yang Diidap Donald Trump
Berita berikutnyaSoal Ketimpangan Ekonomi, JK Salahkan Pemerintahan SBY