Pihak Kepolisian Ingatkan Habib Rizieq untuk Legowo


SURATKABAR.ID – Pihak Majelis Hakim sudah menuntut terdakwa kasus penistaan agama yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihukum satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun penjara. Tuntutan tersebut diungkapkan pada persidangan yang terjadi pada Kamis (20/4/2017).

Jaksa menilai jika Ahok telah melakukan perasaan kebencian di muka umum dan menyinggung golongan tertentu.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terbukti bersalah menyatakan perasaan kebencian,” papar Ali Mukartono, ketua tim jaksa saat membacakan surat tuntutan dalam sidang lnjutan Ahok di auditorium Kementan pada Kamis (20/4/2017), dikutip di detik.com

Ahok dianggap oleh jaksa telah terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut Surat Al-Maidah saat bertemu dengan warga di Kepulauan Pramuka pada September 2016 yang lalu. Penyebutan tersebut menurut jaksa dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta.

Baca juga: Berjanji Tutup Alexis, Ini Pesan Ahok Kepada Anies-Sandi

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun,” ujar jaksa.

Atas tuntutan tersebut, kemungkinan besar Ahok tidak akan menjalani masa penahanan di dalam penjara. Hal tersebut membuat beberapa pihak keberatan, termasuk juga Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Menanggapi hal tersebut, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya meminta tidak ada lagi aski massa yang dikerahkan di kemudian hari.

“Pak Ahok kan sudah dituntut oleh JPU, apapun tuntutan harusnya legowo. Jangan ada lagi pengerahan massa,”  papar Argo, seperti yang tertera di tribunnews.com

Baca juga: Jokowi Bicara Reshuffle Saat Ahok Kalah Pilkada, Apakah Ini Pertanda?

Argo juga menjelaskan atas tuntutan tersebut tidak ada lagi yang bisa intervensi dalam penegakan hukum, siapapun itu.

“Tidak ada yang bisa melakukan intervensi hukum dan membuat situasi tidak baik. Dalam sidang berikutnya, kami akan berikan pengamanan yang lebih banyak,” tambahnya.