Akhirnya, Para Astronot Muslim di Luar Angkasa Dapat Memilih Jenis Makanan Berlabel Halal untuk Dikomsumsi


© quora.com

SURATKABAR.ID – Selama ini, para astronot dari negara muslim akan selalu mengonsumsi makanan apapun yang dikirimkan dari bumi, baik itu yang berlabel halal atau tidak. Hal tersebut dikarenakan jika pilih-pilih, maka dia akan mati kelaparan di mana di luar angkasa tidak ada yang menyediakan bahan makanan.

Namun kali ini, seperti yang dikutip dari Space.com (18/4/2017), Vickie Kloeris, Manajer Laboratorium Sistem Makanan Luar Angkasa NASA, menjelaskan tentang pilihan makanan untuk para awak di luar angkasa. Laboratorium makanan Johnson Space Center di Houston, bertanggung jawab untuk mengembangkan menu serta memproduksi dan mengemas makanan yang akan dikirim ke luar angkasa.

Menurut Kloeris, makanan kosher (makanan yang disajikan sesuai hukum Yahudi) atau halal (makanan yang disesuaikan sesuai hukum Islam) untuk saat ini belum sepenuhnya dapat dikirim ke luar angkasa. Sebenarnya bukan karena keadaan di luar angkasa yang tidak mendukung, namun karena kurangnya produksi makanan yang disediakan dari laboratorium.

Sejauh ini laboratorium memiliki ruangan khusus untuk memisahkan makanan halal dan kosher dengan makanan yang lainnya, oleh karena itu untuk pengemasan dan perlakuannya membutuhkan tenaga dan cara yang berbeda.

“Sebagian besar para awak kapal tinggal di luar angkasa selama enam bulan dan membutuhkan banyak variasi makanan. Ide kami ini bertujuan agar mereka tidak bosan dengan makanan yang monoton yang disediakan. Oleh sebab itu, kami harus mendapatkan anggaran besar untuk bisa ke luar angkasa (mengirimkan bahan makanan). Sebelumnya kami juga telah mengidentifikasi barang-barang komersial yang akan mendukung keberlangsungan kehidupan di luar angkasa,” kata Kloeris.

“Jika ada anggota awak yang menginginkan roti tanpa ragi, maka kami akan mengirimkannya lebih cepat, namun roti jenis tersebut bukanlah menu standard kami, namun kami tetap bisa mengirimkannya jika mereka menginginkan. Sebenarnya, makanan standar kami harus memiliki masa simpan 18 sampai 24 bulan, karena jauhnya perjalanan dan waktu yang panjang sebelum dikonsumsi,” tambah Kloeris.

Saat pengiriman, makanan harus terjaga agar tetap segar sebelum dikonsumsi, sehingga membutuhkan layanan pengiriman khusus, seperti layanan penerbangan kargo SpaceX. Pengemasan makanan tersebut membutuhkan waktu sekitar lima sampai tujuh hari sebelum dikirim ke ruang angkasa.

Terkadang, pihak laboratorium makanan NASA juga mengakomodasi makanan khusus untuk astronot, seperti makanan bebas laktosa dan rendah gluten, oleh karena itu membutuhkan pengemasan dan wadah khusus dalam pengirimannya.