Sekarang Ada Gelang Cerdas yang Dapat Deteksi Penyakit Melalui Keringat


© stanford.edu

SURATKABAR.ID – Ilmuwan dari Stanford University School of Medicine dan University of California Brekely telah merancang sebuah gelang cerdas yang dapat membantu mendiagnosa penyakit diabetes dan kistik fibrosis melalui sensor keringat dengan mengukur konstituen molekul, seperti ion klorida dan glukosa yang kemudian akan mengirimkan hasil analisis yang  telah terhubung via smartphone.

Alat ini menggunakan dua sistem, yakni sensor fleksibel dan mikroprosesor yang menempel pada kulit yang mampu menstimulus kelenjar keringat  untuk memproduksi keringat, sehingga alat ini mampu mendeteksi keberadaan molekul-molekul dengan ion-ion yang menghasilkan sinyal listrik.

Salah satu tanda adanya penyakit kistik fibrsis adalah tingginya ion klorida dalam darah. Mengingat ion klorida dapat menghasilkan konduksi arus listrik, sehingga semakin tinggi kandungan lorida maka semakin tinggi pula kandungan klorida dalam keringat. Sedangkan penderita diabetes memiliki kadar glukosa tinggi dalam darah, namun dapat pula dideteksi melalui keringat yang diproduksi oleh tubuh. Sehingga alat ini benar-benar sangat membantu untuk mendiagnosa penyakit tersebut.

Dilansir oler GadgetsNow.com (18/4), kemampuan perangkat ini juga dapat mendeteksi konstituen molekul lain yang terdapat dalam keringat, seperti natrium, ion kalium dan laktat. Ronald Davis seorang profesor di Stanford mengatakan bahwa keringat adalah salah satu media yang dapat memberikan banyak informasi penting, sehingga alat ini benar-benar dapat diaplikasikan.

Saat ini tim tengah bekerja keras untuk dapat mengintegrasikan sensor gelang menjadi smartwatch yang bisa dipakai oleh jutaan orang di seluruh dunia, seperti yang dikatakan oleh seorang sarjana postdoctoral Stanford, Sam Emaminejad yang juga terlibat dalam penelitian ini.

“Dalam jangka Panjang, kami ingin mengintegrasikan ke dalam format smartwatch agar dapat menjangkau masyarakat luas,” jelas Emaminejad.