Diduga Penyusup, Polisi Bekuk Sekelompok Massa Mencurigakan di TPS Jaktim


SURATKABAR.ID – Aksi penyusupan oleh sekelompok massa mencurigakan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di DKI Jakarta berhasil dicegah oleh aparat kepolisian hari ini, Rabu (19/4/2017). Setelah sebelumnya aparat Polda Metro Jaya berhasil menghalau sekelompok orang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5, Kecamatan Setiabudi, Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, tempat B.J. Habibie mencoblos, mereka juga membekuk pihak-pihak mencurigakan di Jakarta Timur.

“Tempat-tempat lain tadi ada di [Jakarta] Timur. Ada tujuh atau delapan orang yang mencoba masuk ke satu TPS, tapi sudah diamankan,” demikian penjelasan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan, saat berada di TPS 4, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2017). Sebagaimana direportasekan dalam Merdeka.

Iriawan menyatakan, kelompok massa mencurigakan itu kini dibawa ke Mapolsek Duren Sawit. Mereka lantas diperiksa satu-persatu oleh tim penyidik.

Sementara itu, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan belum memastikan apakah sekelompok orang itu ada hubungannya dengan pendukung salah satu pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. Atau mungkin spekulasi lainnya malah terkait dengan aksi ‘Tamasya Al Maidah’.

Baca juga: Kala Menteri Sekretaris Negara Berupaya Keras Hentikan Wawancara Ahok

“Masih kita periksa, kita belum tahu ya. Yang pasti mereka pakai kemeja putih,” pungkas Argo.

Tamasya Al Maidah

Adapun Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri I.D. Sambo, mengklaim pengerahan massa pada hari pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Rabu (19/4/2017) bukan untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Ansufri memastikan bahwa Tamasya Al Maidah digelar agar pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tak menang pada perebutan kursi DKI 1.

“Supaya Ahok tidak menang, siapa pun calonnya [lawannya],” ujar Ansufri usai jump pers Tamasya Al Maidah di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2017), dilansir dari CNN.

Menurut Ansufri, pihaknya tak menginginkan Ahok-Djarot menang pada Pilkada DKI 2017. Dia menganggap, orang yang sudah menistakan agama, terlebih bukan seorang muslim tak pantas dipilih menjadi pemimpin, sebagaimana bunyi Surat Al Maidah ayat 51.

Baca juga: Terjadi Hal Ini di TPS 17 Petamburan, Ketua PPS Diusir Warga

Ansufri dengan tegas menolak jika gerakan yang dipimpinnya ini disebut mendukung pasangan Anies-Sandi untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.