Robert Taylor, Bapak Komputerisasi Modern dan Jaringan Internet Dunia Hembuskan Nafas Terakhir karena Parkinson


© nytimes.com

SURATKABAR.ID – Mungkin tak banyak orang yang mengetahui atau mengenal sdiapa itu Robert Taylor, padahal melalui idenya, segala interkoneksi yang terhubung seperti sekarang ini tercipta. Ya, Robert Taylor adalah sang penggagas jaringan internet dan komputer modern.

Setelah bertahun-tahun melawan penyakit Parkinson yang dideritanya, pada hari Kamis (13/4/2017) kemarin seperti yang dikutip dari CNET (16/4/2017), Taylor menghembuskan nafas terakhirnya di keddiamannya sendiri di Woodside, Californdia, Amerika Serkat.

Semasa hidupnya, Taylor dikenal sebagai visionaris internet yang berjuang agar internet dapat ddiakses oleh semua kalangan, bukan hanya para elitis yang memiliki kepentingan khusus.

Awal perjuangannya dimulai saat dia menjadi kepala divisi penelitdian tingkat militer Amerika Serikat sejak tahun 1965 sampai 1970. Awalnya, tim yang dia bawahi mengalami frustasi lantaran sistem jaringan yang digunakan yaitu ARPAnet sangat rumit untuk menghubungkan satu sistem komunikasi ke sistem lainnya.

Taylor memerintahkan timnya untuk membuat akses yang dapat diakses semua anggota tanpa harus ada perpindahan terminal. Lantas timnya terus mencoba untuk mengolah kembali ARPAnet hingga pada tahun 1969 tercipta sistem terbaru ARPAnet yang dapat mengudara tanpa hambatan untuk militer.

Sebelumnya, pada tahun 1968, Taylor membuat sebuah essai berisi tentang jaringan masa depan yang saat ini dikenal sebagai internet. Dalam essai tersebut Taylor menjelaskan bahwa jaringan yang diangankan itu memiliki cakupan yang sangat luas, bersifat desentralis dari perangkat yang terhubung dan akan memberikan bentuk komunikasi dari berbagai arah sepanjang waktu secara mudah.

Tak puas hanya dapat melayani dunia militer saja, akhirnya pada tahun 1970 dia berpindah ke Xerox, pusat penelitian di Palo Alto untuk mencari tahu apakah ARPAnet dapat dimanfaatkan bagi semua orang. Bertahun-tahun ARPAnet dihubungkan ke teknologi Ethernet. Seiring berjalannya waktu, akhirnya gagasannya tentang jaringan tersebut menjadi internet seperti yang kita semua gunakan saat ini.

Langkah berani yang diambil Taylor sempat menuai kontroversi karena banyak orang yang berpikir bahwa penggunaan internet secara bebas dapat memberikan dampak buruk. Taylor paham benar bahwa apa yang dilakukan pasti memberikan dampak positif dan negatif, bahkan dia telah mempredisi akan adanya bot dan malware (virus) sejak awal.

Setelah internet yang dia pelopori sukses, Taylor mendapatkan banyak penghargaan seperti pada 1999, dia mendapat penghargaan National Medal of Technology and Innovation sebagai visioner pengembang komputer modern, termasuk jaringan komputer, personal komputer dan penggunaan grafik pada antar muka komputer.

Selain itu pada 2004, dia juga mendapatkan penghargaan National Academy of Engineering’s Draper Prize  sebagai seorang praktisi jejaring pertama di dundia komputer. Oleh sebab itu kematian Taylor adalah duka yang mendalam bagi dunia komputerisasi dan jaringan internet.