Ilmuwan di Eropa Kembangkan Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Udara


© newatlas.com

SURATKABAR.ID – Dikarenakan minyak bumi dan juga beberapa barang tambang yang diambil dari perut bumi yang dioleh untuk dijadikan sumber utama berbagai hal tidak dapat diperbarui lagi jika sudah habis, maka banyak perusahaan di berbagai negara mencoba mengembangkan dan menciptakan alat agar dapat ‘memanen’ energi dari matahari atau juga dari angin.

Namun, ada satu hal yang cukup menarik baru-baru ini, yaitu sedang dikembangkan metode penjaringan energi yang berasal dari udara. Dikatakan menarik karena sampai sekarang ini mungkin hanya sedikit yang memikirkan bahwa udara adalah suatu sumber energi yang dapat dioleh untuk dijadikan energi.

Seperti yang dilansir oleh NewAtlas.com (29/3/2017), para imuwan dari European Union (EU) sedang berusaha untuk menciptakan alat khusus agar dapat mengubah udara di sekitar agar menjadi energi. Caranya adalah dengan memampatkan udara dan menyimpannya di tempat khusus di bawah tanah yang mana kemudian diubah untuk menjadi udara panas. Setelah terbentuk udara panas, maka ada saluran khusus agar udara tersebut dapat menjelar ke atas permukaan tanah yang kemudian masuk ke turbin dan menjadi energi listrik.

Sampai sekarang ini, teknologi pengubahan udara panas menjadi energi atau yang dikenal dengan istilah compressed air energy storage (CAES), baru ada 2 di dunia, yaitu  Huntorf di Jerman dan McIntosh di Alabama, Amerika Serikat. Keduanya mampu menghasilkan sekitar 290 MW dan 226 KW energi listrik dari hasil pengolahan udara panas yang telah dimampatkan sebelumnya.

Karena masih hanya terdapat dua saja di dunia, maka mesin pemanen udara ini akan diciptakan lagi. Untuk itu, negara-negara EU telah menanamkan investasi ke suatu project yang dinamakan RICAS 2020 yang diciptakan untuk dapat membuat suatu tempat penyimpanan udara panas dan dapat digunakan jika nantinya banyak negara di Eropa yang memerlukan sokongan energi listrik.