Facebook Akhirnya Luncurkan ‘Senjata Mematikannya’ Untuk Perangi Hoax


© slate.com

SURATKABAR.ID – Tanpa terduga dan melalui publikasi sebelumnya, tiba-tiba Facebook merilis sebuah alat khusus yang dapat digunakan siapa saja untuk memerangi berita bohong atau hoax yang banyak beredar di mana saja, termasuk di platform mereka.

Rata-rata berita hoax tersebut muncul dari sebuah postingan seseorang di timeline sendiri, di group atau komunitas dalam bentuk tulisan biasa atau juga dibuat seolah-olah ada sebuah surat kabar atau media resmi yang telah memuatnya terlebih dahulu.

Dikarenakan hal itulah, Facebook berinisiatif untuk memangkas perkembangan dari peredaran hoax itu sampai seminimal mungkin. Bahkan untuk sekarang ini, alat atau tool yang diciptakan oleh Facebook tersebut sudah diedarkan secara hampir merata di Prancis dan Jerman, termasuk di media-media mainstream, seperti Le Monde, L’Express, Süddeutsche Zeitung, Der Spiegel dan Bild.

Tool tersebut akan berbentuk seperti iklan yang biasa tayang di beberapa media secara otomatis dan menurut juru bicara Facebook, diciptakannya alat itu untuk mengedukasi para netizen agar lebih cermat dalam memilih dan memilah berita-berita yang benar atau yang salah.

“Perusahaan (Facebook) telah menjalankan iklan digital sebagai upaya untuk mengedukasi orang-orang di dalam atau di luar platform,” ungkap Andy Stone, juru bicara Facebook, seperti yang dikutip dari WashingtonPost.com (14/4/2017).

Sampai sekarang, sudah ada lebih dari 30 ribu akun palsu di Prancis yang berhasil diidentifikasi oleh tim dari Facebook dan kemudian mereka hapus tanpa memberitahukan kepada pemiliknya terlebih dahulu.

“Sejauh ini kita tidak hanya ingin menghapus akun-akun palsu saja, melainkan juga ingin melihat seberapa efektif upaya kita ini. Prioritas kita adalah untuk menghapus akun yang memiliki pengaruh besar dan sering terlihat beraktivitas, namun informasi yang disebarkan adalah palsu,” jelas Shabnam Shaik, Facebook’s technical program manager on the Protect and Care Team.

Setelah Prancis dan Jerman, Facebook berencana akan menyebarkan tool tersebut ke berbagai negara dengan menunjuk Amerika Serikat sebagai negara ketiga yang akan menikmati layanan mereka tersebut.