Geger! Pelajar SMP ML di Kelas Disaksikan 8 Temannya


    SURATKABAR.ID – Sebuah kabar mengejutkan datang dari SMPN 1 Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah. Dua orang pelajar dikabarkan melakukan hubungan suami istri di dalam kelas dan disaksikan sejumlah temannya.

    Pihak sekolah kemudian memutuskan untuk mengeluarkan muda mudi tersebut karena terdapat bukti berupa video yang direkam oleh temannya sendiri.

    Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, cewek berkerudung tampak seperti dipaksa oleh pelaku untuk melakukan hubungan terlarang itu.

    “Aduk sakit, sakit, sakit,” ujar cewek itu beberapa kali, dilansir jawapos.com.

    Baca juga: Soal Umpatan Rasis Terhadap Gubernur NTB, Begini Tanggapan MUI

    Tak hanya itu, persetubuhan antar pelajar ini diduga juga dilakukan oleh dua orang pelajar lainnya yang juga merupakan teman dari si cowok. Kedua pelajar cowok ini juga menyetubuhi cewek yang tengah mabuk ini.

    Sebelum melakukan persetubuhan itu, pelajar cewek ini diberi minuman keras jenis ciu. Setelah korban mabuk, barulah para pelaku menyetubuhinya dan merekam aksi tersebut.

    Peristiwa yang terungkap pada Sabtu (8/4/2017) ini, terjadi sepulang sekolah. Pelaku dan cewek itu sengaja tak langsung pulang dan bertahan di kelas.

    Tak hanya berdua, delapan teman mereka yang kesemuanya adalah cowok juga berada dalam kelas tersebut. Mereka mengaku diminta oleh pelaku untuk tak pulang dan melihat persetubuhan antara pelaku dan pelajar cewek.

    Bahkan, sejumlah pelajar ini disebut-sebut juga sempat memegang tangan korban ketika tengah disetubuhi oleh pelaku.

    Saat dikonfirmasi, YP, selaku Kepala Sekolah, tak berkomentar banyak terkait hal ini. Dia juga tak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, kasus ini telah selesai. Kedua orangtua korban juga telah dipanggil untuk menyelesaikan kasus tersebut.

    “Keduanya sudah kami keluarkan dari sekolah. Pada intinya kasus ini sudah selesai,” tegasnya.

    Sementara itu, delapan pelajar cowok yang menyaksikan adegan tersebut juga telah diberi sanksi, namun tidak dikeluarkan dari sekolah.