Peneliti NASA Yakini Bulan Saturnus, Enceladus Layak Dihuni Manusia


© sciencealert.com

SURATKABAR.ID – Sampai saat ini, para peneliti dan astronom terus mengembangkan penelitian terbaru mereka untuk mencari tempat di luar bumi yang dapat dihuni manusia nantinya. Memang, sejauh ini planet Mars dirasa dapat ‘diakuisisi’ dan dijadikan tempat tinggal kedua oleh manusia karena diyakini di tempat tersebut dulunya juga berpenghuni.

Ternyata, selain Mars, ada tempat lain di tata surya kita yang juga diperkirakan dapat dihuni manusia karena diyakini dapat menyokong kehidupan. Tempat tersebut adalah Enceladus atau bulan dari planet Saturnus.

Seperti yang dikutip dari BBC.com (14/4/2017), para peneliti dari NASA meyakini bahwa Enceladus memang dapat menyokong kehidupan setelah melihat data yang dikirimkan oleh pesawat luar angkasa tak berawak Cassini yang mana telah mengobservasi sekitar 500 km luas dari Enceladus.

Dalam data hasil observasi Cassini, para peneliti NASA mengatakan bahwa di bagian dasar lautan di Enceladus memiliki daerah berair panas yang mana sama seperti di bumi atau yang disebut dengan ventilasi hidrotermal.

Dengan keberadaan tempat tersebut, maka para peneliti di NASA meyakini bahwa daerah itu dapat memunculkan kehidupan. Jika dapat memunculkan kehidupan, maka adalah suatu hal yang memungkinkan untuk ditempati oleh makhluk hidup atau manusia.

“Kami sangat yakin jika ada Enceladus layak huni, namun kami harus menelitinya lebih lanjut,” ujar Dr Hunter Waite, seorang peneliti Cassini, dari Southwest Research Institute, San Antonio, Texas.

Cairan panas yang tersimpan beberapa kilometer di dalam Enceladus tercipta dari gravitasi konstan yang diterima dari planet utamanya, yaitu Saturnus. Terdeteksi juga bahwa hidrotermal tersebut merupakan hasil dari gesekan antara material sejenis garam dan silica.

Mineral yang terkandung dalam material tersebut dapat menggabungkan molekul H2O dan mengkristalkannya untuk dapat melepaskan hydrogen. Dan dipercayai bahwa, terciptanya proses ini dapat memancing mikro-organisme khusus yang dapat membuat metana bereaksi dengan hydrogen dan karbondioksida.