Penghina Gubernur NTB Dipolisikan


SURATKABAR.ID – Kasus pelecehan terhadap Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara rupa-rupanya sekarang ini tengah memasuki babak baru. Meski Gubenur telah memaafkan sang pelaku pelecehan namun tidakan yang tidak terpuji tersebut tetap akan dibawa ke jalur hukum untuk ditindak lebih jauh lagi.

Sang pelapor justru seorang tokoh masyarakat Tionghoa bernama Jusuf Hamka. Ia tak terima jika gubernur mendapat perlakukan yang tidak semestinya dan bakal menyeret Steven Hadisurya Sulistyo ke pihak yang berwajib.

Jusuf Hamka saat ini kabarnya telah menunjuk Farhat Abbas untuk melaporkan Steven Hadisurya. Dan hal tersebut dibenarkan oleh Farhat Abbas yang ditunjuk sebagai pengacara.

“Ya, beliau telah menunjuk saya dengan bu Elza Syarief sebagai kuasa hukum. Akan kami laporkan ke Mapolda Metro Jaya malam ini jam 9 nanti,” papar Farhat Abbas pada Jumat (14/4/2017), seperti yang tertera di viva.co.id

Baca juga: Saat Presiden Jokowi Diacuhkan Arini

Diketahui sebelumnya, sang Gubenur yang juga merupakan salah satu tokoh agama di NTB mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakan saat berada di Bandara Changi Singapura. Saat tengah mengantre di Bandara, ia mendapatkan umpatan-umpatan kasar dari seorang yang bernama Steven yang ternyata merupakan Warga Negara Indonesia.

Dalam peristiwa itu Steven menghina dan menghardik Muhammad Zainul Majdi dengan sebutan pribumi tiko (tikus kotor). Kejadian ini juga sempat membuat warga marah. Sempat munculnya kemarahan dari warga NTB ini dibenarkan Yusron Hadi, Kepala Biro Humas dan Protkol Setda Pemprov NTB.

“Tentu ada banyak reaksi kemarahan dari masyarakat NTB. Mencium gelagat itu, Pak Gubernur langsung menemui kelompok-kelompok tersebut. Ia meminta semua warga NTB tenang dan tak terpancing,”

Berikut ini pesan Sang Gubernur untuk warga NTB:

“Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuhu.
Saya minta Antum dan teman-teman agar tidak mengadakan aksi apapun di Islamic Centre hari ini terkait apa yang menimpa saya.
Saya tidak izinkan.
Jaga NTB dan Indonesia kita. Pupuk kesabaran.
ALLAH Maha Adil.
Syukron katsiiran.”