Disinggung Soal Video Kampanye Basuki-Djarot, Begini Pengakuan Sandi


SURATKABAR.ID – Saat disinggung soal video terbaru berisi kampanye singkat dari dari Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, dan Calon Wakil Gubenur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku enggan berkomentar.

Seperti diketahui, video yang dicap kontroversi itu diunggah melalui akun media sosial Instagram Ahok (@basukibtp), juga Twitter, Sabtu, (8/4/2017). Beberapa hari ini, video tersebut langsung viral dan menjadi perbincangan banyak pihak. Belakangan, netizen dapat menemukan videonya di Youtube. #KampanyeAhokJahat pun mencuat sebagai trending topic di Twitter.

“Saya lihat kemarin. Saya gak mau berkomentar deh karena saya gak ahli komunikasi kampanye,” tutur Sandiaga di wilayah Jakarta Pusat, Senin (10/4/2017), seperti dikutip dari Tempo.

Dikatakan Sandiaga, kesempatan pada masa kampanye sebaiknya tidak digunakan untuk memberikan label anarki kepada kelompok tertentu. Pria kelahiran Pekan Baru tersebut berangggapan bahwa mendekati hari pencoblosan, kedua pasangan calon seharusnya menggunakan sisa waktu untuk fokus pada program-program yang mempersatukan warga.

Baca juga: Selain Panen Kecaman, Video Kampanye Ahok-Djarot Dianggap Lecehkan Presiden Jokowi

Netizen Mengecam

Di era teknologi informasi pada zaman yang serba digital seperti ini, tentu masyarakat pun sudah semakin teredukasi sehingga mempunyai penilaian yang lebih kritis.

Video kampanye yang berdurasi satu menit itu bertagarkan #BeragamItuBasukiDjarot. Video tersebut mendapat kecaman dari sebagian netizen karena dianggap berbau SARA, kasar dan memojokkan salah satu komunitas agama.

Ini dikarenakan ada adegan sekelompok pemuda berpakaian tertentu dengan ekspresi marah menggedor-gedor mobil yang ditumpangi seorang ibu dan anaknya yang tampak ketakutan. Juga, muncul adegan sekelompok pria berpeci sedang berunjuk rasa dan membawa spanduk bertuliskan “Ganyang Cina”.

Baca juga: Terus Dapat Kecaman, Ahok Malah Lakukan Ini Terhadap Video Kampanyenya, Ada Apa?

Video yang saat ini sudah dihapus itu juga diisi dengan suara pidato Djarot saat Konser Gue 2 pada Februari lalu.

“Saudara-saudaraku, seluruh warga Jakarta, waktu sudah mulai dekat. Jadilah bagian dari pelaku sejarah ini dan akan kita tunjukkan bahwa negara Pancasila benar-benar hadir di Jakarta,” seru Djarot dengan menggebu-gebu.