Wikileaks Ungkap Bahwa CIA Punya Senjata Rahasia yaitu ‘Belalang”


© songsofinsects.com

SURATKABAR.ID – Akhir-akhir ini WikiLeaks berulang kali merilis informasi rahasia mengenai program malware buatan CIA (Central Intelligence Agency), salah satunya yang terbaru adalah yang disebut “Grasshopper.” Menurut Wikileaks, Grasshopper merupakan program yang dirancang secara khusus untuk menyusup atau merusak segla perangkat berbasis Windows.

Dikutip dari TheNextWeb.com (7/4/2017), Grasshhopper dirancang dengan menggunakan kerangka kerja berbasis CLI yang dikembangkan oleh CIA untuk mendeteksi operating system dan sistem keamanan pada setiap komputer Windows.

Malware ini mampu lolos dari deteksi software antivirus yang telah dikembangkan, seperti produk antivirus dari vendor terkemuka di dunia termasuk Kaspersky Lab, Symantec, dan buatan Microsoft sendiri.

Menurut WikiLeaks, CIA menciptakan kerangka Grasshopper untuk melakukan serangan cyber spionase modern, sehingga mereka dapat melakukan penyelidikan secara rahasia terhadap data kemiliteran dan data ekonomi negara lain, seperti salah satunya adalah Rusia.

Setelah kerangka Grasshopper mendeteksi jenis sistem operasi komputer, secara otomatis malware tersebut akan menyerang beberapa komponen pada komputer agar pihak CIA mampu mengakses komputer dari jarak jauh.

“Grasshopper adalah alat yang diinstal untuk digunakan berbagai mekanisme persisten dan dimodifikasi menggunakan berbagai ekstensi khusus, seperti enkripsi,” kata Wikileaks dalam siaran pers.

Salah satu mekanisme persisten dari Grasshopper adalah Stolen Goods Version 2 yang mampu membantu CIA untuk beradaptasi dengan malware yang telah dikembangkan oleh penjahat cyber di seluruh dunia. Salah satu malware tersebut adalah “Carberp” yang termasuk rootkit malware yang dikembangkan oleh hacker Rusia.

Banyak orang yang masih berspekulasi tentang maksud dari pembuatan malware Grasshopper milik CIA ini karena hingga sekarang belum ada bentuk konfirmasi khusus dari CIA atau pihak manapun. Dikarenakan hal tersebut maka membuat banyak pihak yang merasa khawatir dengan keamanan komputer mereka.