Terungkap, Ternyata Ini yang Membuat Seseorang Kesulitan Tidur Secara Teratur


© highlightpress.com

SURATKABAR.ID – Seseorang yang sering tidur hingga larut dan susah bangun di pagi hari secara klinis disebut Delayed Sleep Phase Disorder (DSPD) atau gangguan tertundanya fase tidur.

Efek negatif DSPD dan gangguan tidur lainnya dapat mengakibatkan kecemasan, depresi, penyakit jantung, dan diabetes. Selain itu orang dengan DSPD akan sulit memiliki prestasi sesuai dengan harapan dan sulit untuk menjalankan aktivitas sejak pagi hari.

Dilansir dari ScinceDaily (6/4/2017), gangguan tidur seperti ini nampaknya menjadi perhatian menarik beberapa peneliti, yaitu Michael Young, Richard dan Profesor Jeanne Fisher dari The Rockefeller University.

Untuk mengetahui jawabannya, para peneliti tersebut meminta beberapa partisipan yang diketahui memiliki DSPD untuk mengikuti serangkaian penelitian di sebuah apartemen laboratorium selama dua minggu. Di tempat tersebut, mereka terisolasi dari segala petunjuk waktu dan hari. Akan tetapi, mereka tetap dapat makan atau minum jika menginginkannya.

Setelah melalui test tersebut, para peneliti kemudian mengumpulkan sel-sel kulit dari masing-masing partisipan untuk memeriksa mutasi varian gen CRY1 yang terdapat di DNA masing-masing partisipan, di mana gen CRY mempengaruhi siklus sirkandian.

Jam sirkandian sendiri bertugas untuk mendikte setiap individu saat dia merasa mengantuk pada malam hari dan harus bangun di pagi hari. Pada sirkulasi jam sirkadian yang sehat, beberapa gen CRY1  akan menghidupkan (bangun) dan mematikan (tidur) seseorang dalam waktu 24 jam secara teratur. Namun, ada protein khusus yang diproduksi CRY1 yang akan bertanggung jawab untuk menekan beberapa gen dari siklus.

Namun para peneliti menemukan adanya peningkatan keaktifan mutasi gen CRY1 pada partisipan, sehingga mereka dapat menahan kantuknya dalam waktu yang lama akibat peningkatan mutasi gen pada pengatur siklus tidur mereka.

Dikarenakan hal inilah, maka para peneliti berencana untuk melakukan penelitian lebih mendalam untuk mempelajari efek mutasi CRY1 terhadap siklus metabolik seseorang yang memiliki DSPD. Hal tersebut disebabkan selama ini siklus sirkadian manusia juga tidak hanya mengatur pola tidur, namun juga mengatur rasa lapar, tingkat metabolit dan hormon.