Ternyata Mengendus Kotoran Punya Manfaat Bagi Kesehatan


© animals.sandiegozoo.org

SURATKABAR.ID – Sudah menjadi satu hal yang lazim terjadi, jika melewati suatu tempat atau secara tidak sengaja mencium bau tidak sedap, maka siap saja akan menghindari atau menutup hidung agar tidak mencium bau yang tidak enak itu. Akan tetapi bagi hewan tertentu, bau kotoran justru dapat memberikan sisi berharga untuk kesehatan.

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, Mandrilis (sejenis monyet) akan mengendus kotoran monyet lain untuk mencari tahu apakah kotoran tersebut memiliki parasit atau tidak.

Jika monyet ini menemukan bau kotoran yang positif mengandung parasit, maka monyet tersebut akan menghindari kontak dengan anggota monyet lain yang terinfeksi di antara kelompok mereka.

Menurut para peneliti, monyet yang hanya dapat ditemukan di hutan hujan Afrika ini telah menemukan cara unik untuk tetap hidup sehat dan menghindari sakit secara alami. Para peneliti menyebut apa yang dilakukan monyet tersebut sebagai ‘sistem kekebalan perilaku’ yang mana dapat diartikan sebagai garis pertahanan pertama terhadap parasit dan patogen.

Baca Juga: Subhanallah! Kondisi Rumah Hancur Lebur, Tapi Al Quran dan Iqra Masih Utuh. Mukjizat?

“Mereka yang sudah tahu anggota mana yang terinfeksi penyakit maka perubahan akan terjadi di antara mereka. Satu Mandrilis yang terinfeksi parasit tidak hanya dikucilkan dari pergaulan, bahkan mereka enggan berbagi makanan, sampai perawatan. Misalnya saling membersihkan diri dari kutu-kutu. Mereka menghindari itu pada anggota yang terinfeksi. Padahal kita tahu bahwa monyet adalah salah satu hewan yang hidup berkelompok dan memiliki jiwa sosial sesama yang tinggi,” ujar Clemence Poirotte, pimpinan penelitian, seperti yang dikutip dari TheVerge.com (7/4/2017).

Sebenarnya sistem kekebalan perilaku yang dilakukan oleh Mandrilis ini bukan yang pertama kali. Ada dua jenis hewan lain yang juga melakukan hal yang sama, yaitu pertama adalah lobster yang tidak akan berbagi sarang dengan lobster lain yang diketahui memiliki virus mematikan.

Selain itu ada juga berudu katak yang tidak akan berenang bersama berudu yang penuh dengan parasit. Untuk sebagian besar, kekebalan perilaku biasanya telah dipelajari dalam konteks kawin. Yang mana mereka tidak akan kawin dengan sesamanya yang terkena parasit. Namun ini benar-benar temuan baru.

Poirotte mengungkapkan bahwa temuan ini harus dan layak untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Karena baik Mandrilis dan juga parasit ini akan terus berkembang seiring waktu.

“Parasit misalnya. Mereka bisa saja memodifikasi bau kotoran sehingga tidak bisa terdeteksi oleh Mandrilis lain bahwa ada infeksi di sana,” lanjut Poirotte.