Ngeri! Potongan Tangan Jadi Barang Bukti Carok Massal


SURATKABAR.ID – Sebuah carok massal atau perkelahian menggunakan senjata tajam berupa celurit terjadi di Ketapang, Sampang, Jawa Timur, Sabtu (8/4/2017) sekitar pukul 15.30 WIB.

Namun, sebuah barang bukti mengerikan ditemukan oleh petugas Polsek Ketapang. Ketika menyisir lokasi carok, petugas menemukan potongan tangan.

“Potongan tangan ini merupakan satu dari enam jenis barang bukti yang berhasil kami sita di tempat kejadian perkara,” ujar Kapolsek ketapang AKP Aries Dwiyanto, Sabtu (8/4/2017) malam, dilansir republika.co.id.

Namun, Aries mengaku belum bisa memastikan siapa pemilik potongan tangan yang ditemukan di lokasi kejadian tersebut. Sebab, pihaknya masih harus mencocokkannya dengan korban.

Baca juga: Sedih Banget! Sebelum Meninggal Renita Sukardi Tulis Pesan untuk Sang Anak

“Yang jelas, potongan tangan ini merupakan bagian tubuh dari tiga korban yang tewas di TKP tadi,” lanjutnya.

Selain potongan tangan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, yakni sebilah celurit, 3 buah sarung pengaman celurit, sepasang sandal jepit, 3 buah kopiah, dan pakian korban carok yang meninggal dunia.

Dalam insiden mengerikan tersebut, tiga orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka. Ketiga korban tewas adalah Saliman (45), Mustofa (55), dan Sitina (57). Sedangkan korban luka adalah Muhammad Habibi dan Abdur Rahman.

Carok massal ini terjadi di Dusun Naporah, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, sekitar 50 kilometer ke utara dari Kota Sampang.

Insiden mengerikan ini bermula karena adanya dugaan santet. Salah seorang warga yang bernama Saraton telah 2 tahun mengalami sakit dengan kondisi perut kembung. Saraton kemudian meninggal dunia pada 8 April 2017 lalu.

Anak Saraton, Saliman dan Muhammad Habibi menduga sakit dan kematian ayahnya disebabkan oleh santet yang dikirim Mustofa, tetangganya sendiri.

Dengan kecurigaan ini, Habibi dan Saliman menyerang Mustofa dan keluarganya, Sitina dan Abdur Rahman. Penyerangan bersenjata ini pun menewaskan Saliman, Mustofa, dan Sitina di tempat kejadian. Sementara Habibi dan Rahman mengalami luka-luka.

Untuk mengantisipasi adanya carok susulan, Polres Sampang telah menurunkan 80 personel gabungan dari berbagai satuan.