Bukan Hanya Sistem Saraf Pusat, Sistem Saraf Tepi juga Mampu Memodulasi Respon Nyeri


© healthline.com

SURATKABAR.ID – Sistem saraf manusia dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar.

Selama ini, ilmu neurologi beranggapan bahwa hanya sistem saraf pusat yang dapat menafsirkan dan merespon rasa nyeri saat keadaan sakit atau panas, karena sistem saraf tepi berada di seluruh tubuh yang fungsinya seperti kabel, di mana hanya akan menyampaikan informasi ke sistem saraf pusat.

memang benar, sistem saraf tepi memiliki salah satu fungsi, yaitu untuk menyampaikan impuls atau sinyal ke sistem saraf pusat yang kemudian diteruskan ke otak agar dapat memberikan instruksi kepada tubuh dalam merespon nyeri.

Namun, seperti yang dilansir oleh ScienceDaily.com (5/4/2017), penelitian terbaru yang dilakukan oleh Hebei Medical University di Cina and the University of Leeds di Inggrist bekerja sama untuk meneliti sistem saraf tepi dalam memodulasi respon nyeri.

Tim telah melakukan penelitian terhadap hewan percobaan yakni populasi tikus selama lima tahun dan menghasilkan bahwa ganglia selaku serabut saraf pada sistem saraf tepi dapat saling bertukar informasi antar satu sama lain dengan bantuan GABA (gamma-aminobutyric acid) selaku neurotransmiter inhibitor yang mampu manghalangi impuls atau sinyal pada ganglia.

Maka dari itu penelitian ini memiliki implikasi masa depan yang berpotensi untuk mengembangkan pengobatan untuk penghilang nyeri atau analgesik, termasuk obat untuk menghilangkan rasa sakit pada punggung dan nyeri artritis yang biasa disebut nyeri sendi.

Oleh karena itu tim akan meningkatkan sampel penelitian hingga ke tahap manusia, sehingga dapat menemukan obat yang tepat untuk menghilangkan rasa sakit dengan memanfaatkan sistem saraf tepi.