Jelang Paskah, Ledakan Bom di Gereja Tewaskan 21 orang


    SURATKABAR.ID – Ledakan bom di gereja Mesir pada peringatan Minggu Palem menjelang Hari Raya Paskah mengakibatkan sedikitnya 21 orang tewas. Selain korban tewas, yang terluka juga mencapai angka 38 orang.

    Dilansir dari laman Washington Post dalam Merdeka, Minggu (9/4/2017), ledakan tersebut terjadi di Gereja St George, Kota Tanta, yang terletak sekitar dua kilometer di sebelah utara Ibu Kota Kairo.

    Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan pasti tentang pelaku bom ataupun kelompok yang mengakui keterkaitannya dengan serangan ini.

    Tetapi, minoritas penganut Kristen di negara tersebut mengaku dijadikan target oleh kelompok ekstremis.

    Baca juga: Proses Pemakaman Korban Serangan Bom di Gereja Mesir Penuh Keharuan

    Perubahan Target Serangan ISIS

    Sebelumnya telah diketahui, Bulan Desember lalu, Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang terjadi di Katedral Koptik Kairo. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 49 lainnya.

    Serangan tersebut dikatakan merupakan serangan paling mematikan terhadap masyarakat Mesir. Itu jika dibandingkan dengan serangan-serangan di tahun sebelumnya.

    Serangan tersebut sekaligus menandai pergeseran strategis ISIS yang kini mengubah target terhadap orang Kristen sebagai upaya melawan pemerintah.

    Ancaman ISIS kepada orang Kristen tidak berhenti sampai di situ. Baru-baru ini, ratusan orang Kristen melarikan diri dari Semenanjung Sinai lantaran rumah mereka ditembaki kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS.

    Sebuah video yang beredar memperlihatkan kelompok tersebut tengah mendeklarasikan peringatan terhadap orang-orang Kristen agar berhati-hati. Pasalnya, mereka untuk saat ini dan selanjutnya akan dijadikan target serangan kelompok itu.