Setujui Penundaan Sidang Ahok, Jimly Utarakan Inilah Sebabnya


SURATKABAR.ID – Jimly Asshiddiqie selaku Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendukung permintaan Kepolisian Daerah Metro Jaya agar sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditunda. Pernyataan setuju agar sidang ditunda pun, diutarakannya, bukan tanpa sebab.

“Saya dukung kalau ada rencana Polri dan Kejaksaan mau mengajukan permintaan [menunda] dan jadwal itu sepenuhnya tanggung jawab hakim,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/4/2017) kemarin, seperti direportasekan dalam Republika.co.id.

Sidang dapat ditunda sampai Pilkada DKI selesai yang diperkirakan kurang dari satu bulan. Penundaan sidang dilakukan agar situasi kembali tenang terlebih dahulu.

Jika sidang dilanjutkan sesuai dengan jadwal sebelumnya, katanya, maka dikhawatirkan akan mengganggu masa tenang karena masih ada kampanye berupa sidang yang diberitakan media.

Baca juga: Sepakat! Jaksa Agung Bakal Tuntut Ahok Setelah Pilkada Usai

Jimly berpendapat bahwa emosi yang ditimbulkan dari sidang akan sangat mengganggu. Apalagi sidang dapat dimanfaatkan kedua kubu yang berlaga di Pilkada DKI untuk kemenangan masing-masing dan memicu kerawanan sosial.

“Pasti [ada kerawanan]. Demo terus, pro dan kontra. Dikira kalau pro akan demo yang kontra diam saja? Jadi balas membalas, itu tidak sehat,” sahut Jimly.

Penundaan Sidang Tak Akan Pengaruhi Keputusan

Jimly melanjutkan, permintaan Kepolisian dan Kejaksaan terkait penundaan sidang sangat bijaksan. Diharapkan setelahnya pun hakim tak akan sulit mengambil sikap. Penundaan sidang tidak akan mempengaruhi putusan karena hanya perkara jadwal.

Polda Metro Jaya meminta kepada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menunda persidangan dengan mempertimbangan masalah keamanan jelang Pilkada.

Muhammad Prasetyo yang merupakan Jaksa Agung juga sepakat penundaan sidang setelah menerima tembusan surat dari Polda Metro yang ingin mengantisipasi masalah keamanan.

Sebagaimana diketahui, pemungutan suara untuk pemilihan gubernur ibukota selanjutnya akan dilangsungkan pada tanggal 19 April 2017.

Baca juga: GP Ansor Juluki Ahok ‘Sunan Kalijodo’, Ternyata Ini Alasannya

Adapun per tanggal 16-18 April 2017, sudah memasuki masa tenang sehingga kampanye terkait Pilkada (termasuk pemberitaan sidang Ahok) sudah tidak diperbolehkan, terutama menyangkut alasan keamanan kelangsungan Pilkada itu sendiri. Berikut adalah jadwal lengkap Agenda Pilkada DKI Jakarta 2017.