Youtube Akan Mencabut Iklan pada Channel yang Kurang Diminati


© entrepreneur.com

SURATKABAR.ID – YouTube benar-benar serius menjalankan sistem periklanan mereka. Salah satu langkah YouTube yang dinilai cukup kontroversi adalah pencabutan iklan pada channel yang kurang diminati. Dikatakan channel itu kurang diminati apabila channel tersebut memiliki jumlah penayangan kurang dari 10.000 kali dari semua konten yang telah diunggah, jadi bukan dihitung dari setiap video yang diunggah oleh channel tersebut.

Langkah yang diambil YouTube ini bukan tanpa alasan, ada pihak yang beranggapan bahwa YouTube sengaja ingin para penggunanya agar terus meningkatkan kreativitas dan kualitas konten yang diunggah di channel mereka, sehingga banyak penonton yang tertarik untuk menonton video tersebut.

Namun, seperti yang dilansir dari TechCrunch.com (4/4/2017), saat YouTube mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa pengukuran konten yang dianggap kurang diminati adalah jika channel tersebut telah aktif maksimal sejak bulan Nopember 2016, tapi channel tersebut memiliki jumlah penayangan kurang dari 10.000 kali. Ditambah lagi untuk menurunkan angka pencurian konten dari sumber lain.

YouTube beranggapan, bahwa konten yang tidak murni dari hasil karya YouTuber atau pemilik channel memiliki penonton jauh lebih sedikit. Langkah ini menyiratkan bahwa YouTube benar-benar ingin para penggunanya berkreasi dengan sebaik mungkin.

Sebelumnya, banyak pihak yang beranggapan bahwa YouTube bersikap tidak adil, jika setiap channel mendapatkan bayaran dari YouTube sedangkan tidak semua channel berisi konten yang berkualitas dan murni hasil karyanya.

Akhir-akhir ini YouTube memang sedang mengalami permasalahan di dunia periklanan, karena banyak merek-merek besar, seperti Coca Cola, PepsiCo dan Walmart yang mencabut iklan mereka, akibat YouTube dinilai tidak mampu memindai iklan mereka yang tetap muncul pada konten sensitif, seperti konten rasis dan tidak pantas. Sehingga pihak YouTube benar-benar tengah berjuang untuk memperbaiki sistem periklanan mereka.