Perusahaan Teknologi Ternyata Masih ‘Mendiskriminasi’ Pekerja Wanita di Amerika


    © planplusonline.com

    SURATKABAR.ID – Berdasarkan sebuah studi terbaru yang mengambil subjek 120 ribu lowongan pekerjaan di situs Hired, didapatkan fakta cukup mengejutkan. Dalam bidang teknologi, ternyata lebih banyak perusahaan yang mencari pekerja pria dibanding pekerja wanita. Bahkan jumlahnya sangat tak berimbang untuk satu tawaran pekerjaan di tingkatan yang sama.

    Tak hanya itu saja, berdasarkan data dari situs Hired juga didapatkan fakta bahwa 63 persen pegawai wanita menerima gaji yang lebih rendah dari pegawai pria di jabatan yang sama dan juga perusahaan yang sama. Selisih gaji terkecil antara pegawai wanita dan pegawai wanita dari sampel tersebut adalah 4 persen, sedangkan perbedaan yang paling ekstrem mencapai 50 persen.

    Di sisi lain, lowongan pekerjaan yang ada di situs Hired memberikan penawaran gaji 20 persen lebih tinggi untuk pegawai laki-laki dibanding pegawai perempuan. Hal ini cukup mengejutkan karena banyak yang menyangka jika diskriminasi gender sudah tidak terjadi di negara semaju Amerika Serikat. Namun kenyataannya, American Association of University Women mencatat fakta bahwa selama 136 tahun terakhir belum banyak perubahan dalam hal kesetaraan kesempatan kerja dan juga gaji untuk pria dan wanita.

    Seperti dikutip dari TechCrunch.com (4/4/2017), tidak hanya terbatas pada gender, banyak perusahaan di Amerika Serikat yang ternyata juga masih membedakan masalah ras dan etnis. Wanita berdarah Latin atau yang berkulit gelap ada dalam urutan terbawah dalam hal kesempatan kerja dan juga besarnya gaji.

    Menurut Lead Data Scientist di situs Hired, Jessica Kirkpatrick, ada banyak hal yang membuat perusahaan-perusahaan teknologi lebih suka dengan pegawai pria. Salah satu di antaranya adalah banyaknya tuntutan dari pegawai wanita dalam hal gaji serta kurangnya kemampuan untuk memprioritaskan pekerjaan dibanding anak atau keluarga. Ke depannya, Kirkpatrick berharap data-data semacam ini akan membantu meningkatkan kesadaran para pencari kerja dalam hal diskriminasi gender dan juga ras.