Dituduh Curang oleh Trump, Begini Galaknya Jawaban Pemerintahan Jokowi


SURATKABAR.ID – Indonesia masuk daftar ‘curang’ yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Presiden Donald Trump saat ini berencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif untuk melakukan penyelidikan dagang AS dengan mitranya. Hal ini memiliki tujuan untuk mengurangi defisit perdagangan AS dengan 16 negara, dan Indonesia menjadi salah satunya.

Indonesia berada di nomor urut 15 surplus perdagangan sebesar USD 13 miliar terhadap pemerintah Amerika. Dan secara keseluruhan, Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan mencapi USD 50 miliar atau setara dengan Rp 66,8 triliun. AS menyebutkan jika perintah eksekutif tersebut merupakan bentuk peringatan terhadap mitra dagang seperti China.

China disebut-sebut sebagai negara yang masuk daftar biang keladi utama. Dan hal tersebut sebagai tembakan peringatan terhadap Beijing. Permerintah Indonesia juga tak tinggal diam atas tuduhan yang dilontarkan pemerintahan Trump itu.

Wapres Jusuf Kalla

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan jika defisit yang terjadi di Amerika itu lantaran hal itu memang biasa terjadi di semua negara. JK juga meminta jika Trump bisa introspeksi diri terkait hal tersebut.

Baca juga: Salut! Menteri Susi ‘Angkut’ Nelayan Wakatobi Penderita Tumor Tulang ke Jakarta

“Trump mengatakan kita curang karena menyebabkan defisit, banyak negara yang defisit, tapi namanya perdagangan itu fair, kalau terjadi begitu Amerika harus introspeksi, kenapa kita kurang mengimpor barang dari Amerika, karena mereka mahal,”papar JK di Jakarta pada Selasa (4/4/2017), seperti yang tertera di merdeka.com.

Selain itu, Indonesia berada pada urutan ke 15 dengan surplus perdagangan sebesar USD 13 miliar. Indonesia saat ini melakukan ekspor garmen sepatu dan juga mesin-mesin ke AS.

“Dari 16 negara itu kita 15 itu biasa saja sebenarnya, ekspor kita ke Amerika ‘kan di samping dulu ada ‘oil and gas’ sekarang ada garmen, alas sepatu dan ada juga mesin-mesin, sementara yang kita impor pesawat boeing, mesin-mesin, alat listrik, dan lain-lain,” papar JK.

JK menilai jika hubungan perdagangan AS dan Indonesia ini tidak ada kecurangan.

Baca juga: Viral Video Kecelakaan Tragis Saat Balap Liar, Perempuan Ini ‘Meraung-raung’ Ditinggal Kekasihnya Pergi untuk Selamanya

Bank Indonesia

Senada dengan Wapres Jusuf Kalla, Bank Indonesia menilai jika tuduhan yang dilontarkan oleh Trump tersebut tidak tepat. Sebab, dari tiga indikator kecurangan perdagangan dari AS, tak satupun ada di Indonesia. Mirza Adityawarsa, selaku Deputi Gubernur Senior BI menyebutkan jika alasan pertama Indonesia tidak curang adalah indikator surplus perdagangan yang mencapai USD 20 miliar terhadap Amerika.

Selanjutnya, negara tertuduh curang disebut memiliki neraca transaksi berjalan atau current account mengamai surplus. Indonesia masalah defisit USD 16,35 miliar. Dan ketiga negara tertuduh dengan sengaja melakukan intervensi untuk menurunkan nilai mata uang. Tujuannya agar produk ekspornya bisa lebih murah untuk masuk ke Amerika.

Meski melakukan pembelaan, Mirza menyebutkan jika pemerintah diharap tetap waspada dengan perintah executive dari Trump tersebut.