Password Manager, Memudahkan atau Justru Membahayakan?


    © thewindowsbulletin.com

    SURATKABAR.ID – Password atau kata sandi merupakan hal yang akrab dengan dunia digital. Setiap akan membuat akun di dunia maya, mulai dari email, media sosial, hingga aplikasi chat, penyedia akan meminta Anda untuk memasukkan password yang umumnya terdiri dari deretan angka dan huruf dengan jumlah tertentu.

    Bahkan, beberapa penyedia bahkan ingin memperkuat keamanan dengan meminta Anda memasukkan simbol tertentu selain angka dan huruf di dalam password yang digunakan. Tujuan utama penggunaan password tentu saja untuk mengamankan akun Anda dari oknum tak bertanggung jawab. Sebab di dalam akun dunia maya, seringkali terdapat berbagai informasi pribadi dan data berharga yang akan sangat berbahaya bila disalahgunakan oleh orang lain.

    Masalahnya, pengguna yang memiliki lebih dari satu akun tentu akan kesulitan untuk mengingat setiap password yang digunakan. Mencatat dan menuliskannya di atas kertas juga bukan solusi terbaik karena sangat rawan untuk dibaca oleh orang lain.

    Dengan berbagai alasan tersebut, para ahli keamanan digital menyarankan para pengguna untuk menggunakan situs password manager yang bisa mencatat, menyimpan, dan secara otomatis mengisikan password untuk setiap akun Anda.

    David Erm, salah seorang peneliti keamanan dunia digital dari Kapersky menuturkan bahwa password merupakan pagar utama yang melindungi Anda dari kejahatan digital. Jadi sangat penting untuk menjaga kerahasiaan password sekaligus mengingatnya dengan baik untuk menghindari cyber crime.

    Namun benarkah password manager menjadi solusi terbaik untuk mengelola berbagai akun di dunia maya dengan mekanisme penggunaan password yang berbeda? Ternyata tak sedikit orang yang meragukan hal ini karena situs password manager pun rawan peretasan.

    Salah satu situs password manager yang paling banyak digunakan, LastPass, baru-baru ini diduga memiliki sebuah cacat keamanan yang memungkinkan para hacker meretas database password yang tersimpan di LastPass.

    Hal tersebut ditemukan oleh salah satu peneliti keamanan dunia digital dari Google dan telah menyampaikannya langsung kepada LastPass diiringi peringatan untuk meningkatkan keamanan database mereka.

    Meski berbagai situs password manager tak dipungkiri belum 100 persen aman dari peretasan, namun para ahli masih mengunggulkan cara satu ini untuk mengelola akun Anda. Salah satu saran dari para ahli dalam hal ini adalah untuk mencari situs password manager yang tidak memiliki riwayat diretas.