Kurang Sedikit Lagi, Kasus Buni Yani Akan Disidangkan


SURATKABAR.ID – Kasus ujaran kebencian dengan tersangka Buni Yani, sedikit lagi akan siap untuk disidangkan di pengadilan. Hal ini dikatakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto.

Menurut Rikwanto, saat ini berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jawa Barat. Namun, pihak kepolisian belum menyerahkan barang bukti dan tersangka.

“Kami cari waktu untuk memanggil yang bersangkutan beserta dengan buktinya, kemudian kami tentukan waktunya, selanjutnya kami serahkan ke kejaksaan,” ungkap Rikwanto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/4/2017), dilansir viva.co.id.

Rikwanto melanjutkan tinggal dua tahap lagi, kasus ini akan segara diselesaikan di pengadilan.

“Tinggal dua tahap, tahap 1 diterima berkas perkaranya dinyatakan sudah lengkap, tahap 2 tersangka dan barang bukti. Nanti kami buatkan undangan, surat panggilan,” lanjutnya.

Baca juga: Suara Ahok Meninggi Saat Jaksa Lakukan Ini di Persidangan

Saat ini, pihak kepolisian belum memutuskan kapan akan menyerahkan Buni Yani ke Kejaksaan karena masih menunggu penyidik. Terlebih, berkas perkaranya juga baru rampung belum lama ini.

“Nanti penyidik ya, kan barusan saja P21-nya, nanti direncanakan, kami cek dulu ada di mana keberadaan Buni Yani. Kami cari tahu di mana apa di daerah tertentu, dekat-dekat saja, nanti kami buat undangan, panggilan untuk kami hadapkan ke pihak kejaksaan,” jelas Rikwanto.

Buni Yani dituding melakukan ujaran kebencian setelah diriya mengunggah video berisi pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengutip surat Al Maidah ayat 51.

Video yang diunggah Buni ke Facebook ini, kemudian tersebar luas dan menjadi perbincangan netizen. Hingga akhirnya video tersebut menyeret Ahok ke pengadilan dengan dugaan penistaan agama.

Atas tindakan menyebarkan video tersebut, Buni dijerat Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar.