Benarkah Semua Produsen Laptop di Dunia Berbohong Melalui Iklannya?


    © thewirecutter.com

    SURATKABAR.ID – 

    Pada umumnya, sebelum atau sesudah meluncurkan produk terbaru, maka tidak sedikit dari perusahaan atau produsen perangkat elektronik akan membuat iklan yang mereka sebarkan di berbagai media, seperti melalui media elektronik atau juga internet.

    Dalam iklan-iklan terkait produk yang bersangkutan, rata-rata para produsen akan menjelaskan keunggulan spesifikasi dari produk barunya itu, termasuk juga masalah ketahanan baterainya. Hanya saja, menurut pendapat dari seorang analis yang diulas di BBC.com (3/4/2017), ternyata apa yang ditampilkan di iklan tersebut tidak sesuai dengan kenyataannya.

    Dijelaskan bahwa jika diiklan suatu produk laptop memiliki ketahanan baterai selama beberapa jam ketika digunakan, ternyata pada kenyataannya hal tersebut tidak sesuai ketika produk tersebut sudah berada di tangan pembeli atau konsumen. Rata-rata justru hanya mampu bertahan 50 persen dari total jam yang ada dalam iklan.

    Seperti contohnya laptop-laptop besutan Dell, Acer, Lenovo dan HP. Produk-produk laptop ini hanya mampu bertahan kurang dari apa yang digembar-gemborkan atau yang dipublikasikan dalam iklan. Hanya satu laptop, yaitu yang diproduksi Apple, Macbook Pro, yang mampu bertahan sedikit lebih lama dibandingkan dengan produk-produk buatan vendor lainnya, walaupun masih tidak sesuai dengan apa yang ada dalam promosinya.

    “Pengukuran ketahanan baterai laptop rata-rata menggunakan parameter pengujian berdasarkan kondisi optimal dengan performa yang maksimal, tapi ketika sudah berada di konsumen, hal itu berbeda. Ada banyak variabel yang harusnya dapat digunakan sebagai pengukuran tingkat ketahanan baterai, seperti seberapa terang layar yang digunakan atau juga berapa banyak aplikasi yang diinstal atau dipakai. Hal itu memiliki efek langsung dan utama terhadap ketahanan baterai,” ujar Ben Wood dari CCS Insight.

    Berdasarkan ulasan dan ungkapan Ben ini, pihak Dell melakukan bantahan. Dell menjelaskan bahwa tentu akan sulit untuk mengukur ketahanan baterai jika sudah berada di tangan konsumen karena setiap orang memiliki cara berbeda untuk menggunakan suatu produk.

    “Setiap orang memiliki cara berbeda-beda dalam menggunakan PC mereka. Hal itu sama seperti setiap orang berbeda ketika mengendarai sebuah mobil. Kendaraan yang digunakan sama, tapi setiap orang akan memiliki waktu yang berbeda untuk menuju suatu tempat, tergantung dari bagaimana mereka mengemudi,” jelas Dell.