Gunakan Balon Udara, Ilmuwan NASA ‘Siksa’ Bakteri di Stratosfer Bumi


© newatlas.com

SURATKABAR.ID – Sampai sekarang ini, keinginan banyak ilmuwan untuk mengirimkan manusia atau makhluk hidup ke Mars masih sangat tinggi. Sudah berulang kali percobaan dilakukan, seperti melakukan pengamatan dari jarak jauh sampai dengan pengiriman robot ke Planet Merah tersebut, yaitu Curiosity, beberapa tahun lalu.

Kali ini, untuk benar-benar mengetahui jawaban apakah nantinya makhluk hidup yang dikirimkan ke Mars dapat selamat atau tidak, para peneliti dari NASA melakukn sebuah uji coba dengan menggunakan bakteri yang dinamakan Bacillus pumilus SAFR-032. Bakteri satu ini dipilih sebagai obyek penelitian karena diyakini memiliki kekuatan atau ketangguhan ketika dipapar sinar UV secara langsung.

Seperti yang diulas di NewAtlas.com (2/4/2017), para ilmuwan di NASA menerbangkan bakteri tersebut ke stratosfer bumi yang memiliki jarak sekitar 19 mil atau 30,5 kilometer dengan menggunakan balon udara. Para peneliti ingin mengetahui apakah nantinya Bacillus pumilus SAFR-032 tetap dapat selamat jika dibawa ke luar angkasa yang memiliki suhu dingin, kering dan tekanan udara rendah, serta terkena paparan sinar UV dari matahari secara langsung.

Akhirnya, pada tanggal 10 Oktober 2015 lalu, percobaan tersebut dilakukan dengan mengirimkan Bacillus pumilus SAFR-032 menggunakan balon udara khusus ke stratosfer. Di luar angkasa, bakteri tersebut dibiarkan sampai 8 jam lamanya. Setelah dirasa cukup, para ilmuwan menarik kembali balon udara itu untuk melihat kondisi dari bakteri yang dikirimkan.

Ternyata, setelah berada di stratosfer selama 8 jam, banyak bakteri Bacillus pumilus SAFR-032 yang mati dan beberapa saja di antaranya yang tetap selamat ketika kembali ke bumi. Dengan hasil penelitian tersebut, akhirnya para peneliti menyimpulkan bahwa ada kemungkinan makhluk hidup atau juga bakteri dapat tetap selamat ketika dikirimkan ke Mars, hanya saja jika tidak mati saat dalam perjalanan.