Soal Status Ahok, Begini Peringatan Keras Amien Rais


SURATKABAR.ID – Mantan Ketua MPR Amien Rais meminta agar pemerintah tak lagi ikut campur dalam kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, Amien menilai selama ini pemerintah terlalu mengistimewakan Ahok.

Hal ini disampaikan Amien Rais bersama sejumlah ustad ketika bertemu dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Dalam pertemuan dengan Wiranto itu, Amien Rais ditemani sejumlah tokoh, yakni Ketua Umum Persaudaraan Mulimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam, Ustad Sambo, Habib Alkaf, Habib Muhammad, Ustad Edi, Ustad Zakir Husain, Abbe Muhambar, dan TB M. Shiddiq.

“Intinya kelompok ulama ingin jangan diistimewakan Ahok ini, bisa berbahaya,” tutur Amien, dilansir republika.co.id.

Baca juga: Petingi FUI Ditangkap, Barang Bukti yang Ditemukan Polisi Ternyata

Pengistimewaan ini terkait status Gubernur DKI Jakarta yang masih melekat pada Ahok, padahal dia merupakan tersangka kasus penistaan agama.

“Kenapa kalau gubernur atau kepala daerah yang lain jadi tersangka langsung nonaktif. Kalau ini kok sudah kayak begitu masih mau diaktifkan lagi lima hari sebelum pilkada,” tegas Amien.

Amien menyebut bahwa sebenarnya hal ini telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 83 ayat 1, 2, dan 3. Namun, hingga kini pemerintah, yakni Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), belum juga menonaktifkan Ahok.

Menurut Amien, Wiranto akan segera membicarakan hal itu lagi dengan pihak yang berwenang.

“Wiranto juga akan langsung meyampikan ini kepada presiden,” pungkas Amien.

Tak hanya menyampaikan peringatannya tentang status Ahok ini, Amien juga menyampaikan tuntutan yang diajukan oleh Forum Umat Islam (FUI) untuk membebaskan Ketua FUI Al Khaththath. Wiranto pun menanggapinya dengan berjanji akan berkoordinasi langsung dengan Kapolri.

Al Khaththath sebelumnya ditangkap pada Jumat (31/3/2017) dini hari sebelum aksi 313 dengan tuduhan rencana makar. Ia diamankan bersama empat tokoh lainnya.