Google: Kami Akan Buat Alat-alat Baru untuk Atasi Teroris Online


    © theconversation.com

    SURATKABAR.ID – Google dan beberapa perusahaan yang berderak dalam bisnis internet terbesar di dunia lainnya melakukan pertemuan untuk membuat sejenis tool baru untuk dapat langsung mengidentifikasi dan menghapus propaganda teroris di dunia maya.

    Sebelumnya, perusahaan raksasa seperti Facebook dan Twitter pernah mengatakan bahwa mereka ingin membuat tool serupa demi melindungi penggunanya sekaligus memberihskan platformnya dari konten-konten negatif, maka perlu dilakukan langkah nyata seperti itu.

    Sayangnya, justru perusahaan-perusahaan ini mendapatkan kritik karena dianggap tidak sepenuhnya menjalankan komitmen yang mereka ucapkan untuk mendirikan sebuah badan industri khusus yang bertugas mengatasi masalah tersebut.

    Untuk itu, Amber Rudd, Menteri Dalam Negeri Amerika Serikat, memanggil eksekutif dari Google, Twitter, Facebook dan Microsoft untuk membicarakan masalah tersebut setelah terjadinya serangan teroris Westminster pekan lalu.

    Setelah pertemuan tersebut, masing-masing perusahaan sepakat untuk melakukan penataan sekaligus meningkatkan dan memperluas sesi kolaborasi informal antarperusahaan-perusahaan yang sudah melakukannya. Mereka juga sepakat untuk berbagi keahlian dan pengalaman yang lebih efektif agar terciptanya ekosistem internet yang lebih baik.

    Mereka juga mengatakan bahwa kesepakatan seperti terjalin karena memang benar-benar ingin memerangi terorisme dan bukan masalah kompetisi dalam industri internet. Para perusahaan tersebut juga berjanji untuk melibatkan ekosistem yang lebih luas untuk menghadapi tantangan tersebut. Selain itu, mereka berjanji akan mendukung upaya organisasi masyarakat sipil dalam mempromosikan apapun yang berintikan tindakanya melawan ekstremisme secara online.

    “Semua pemerintah dan perusahaan media sosial tampaknya telah sepakat untuk menciptakan sebuah forum yang berfungsi untuk berdiskusi. Sosial media dan internet dapat menjadi kekuatan fantastis. Tetapi, mereka juga perlu untuk bertindak bersama-sama dan menghentikan racun berbahaya yang menyebar secara online,” ujar ujar Yvette Cooper, Ketua Komite Pertemuan tersebut, seperti yang dilansir dari Telegraph.co.uk (30/3/2017).