Peneliti Ungkap Bahwa Masyarakat Asli Amerika Mayoritas Berasal dari Asia


© pinterest.com

SURATKABAR.ID – Jika selama ini sejarah mencatat bahwa Christopher Columbus adalah penemu Benua Amerika. Namun, menurut penelitian terbaru, ribuan atau bahkan jutaan tahun lalu, memang tidak ada seorang manusia pun yang meninggali daratan Amerika. Hanya saja setelah di akhir zaman es, ada segerombolan orang yang akhirnya meninggali Bering Land Bridge (Beringia) atau yang sekarang terletak di ujung utara Amerika.

Dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dulunya, daerah Beringia tertutupi oleh es tebal yang mana perlahan-lahan menjadi tipis seiring dengan berakhirnya zaman es sekitar ribuan tahun lalu. Sekitar 20 ribu tahun lalu, ada sekelompok manusia yang berasal dari Asia mencoba untuk mencari tempat tinggal baru dengan melakukan ‘ekspedisi’ di daratan yang pada saat itu masih diselimuti es.

Pada zaman itu diperkirakan ketinggian air laut tidak sedalam seperti sekarang ini dan dapat dilalui oleh makhluk hidup, khususnya manusia. Kelompok orang tersebut menggunakan peralatan seadanya, seperti kayu sampai dengan tulang untuk menggali dan menyingkirkan es yang menghalangi jalan.

Pada suatu waktu yang dalam bahasa ilmuwan dikenal dengan istilah Last Glacial Maximun, sekumpulan orang tersebut sampai di daerah yang sekarang dinamakan Siberia. Mereka berkumpul dan mendirikan tenda atau tempat tinggal di daerah tersebut. Pada awalnya, jumlah mereka sangat kecil, namun secara perlahan jumlahnya bertambah dari kelahiran atau juga dari sekumpulan orang-orang lain yang ikut bergabung.

“Orang-orang pertama yang mendiami Beringia sangat kecil, tapi lama kelamaan mereka menjadi sekelompok besar. Hal ini diperkirakan kemampuan manusia pada zaman itu untuk mencari lahan yang memiliki sumber daya (alam dan makanan) yang sangat besar,” ungkap Lauriane Berugeon dari University of Montreal, Canada, seperti yang dikutip dari BBC.com (30/3/2017).

Orang-orang tersebut mendiami daerah Beringia sekitar 10 ribu tahun lamanya. Ketika zaman es berakhir dan permukaan tanah sudah mulai tidak lagi diselimuti es, maka banyak dari mereka yang meninggalkan kelompok, kemudian mencari tempat habitat baru.

Para peneliti juga menjelaskan bahwa orang-orang pertama yang datang dan mendiami Beringia berasal dari Asia, khususnya dari daerah yang sekarang disebut Australia, Papua New Guinea dan dari Kepulauan Andaman. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil dan pencatatan genetika dari masyarakat asli Amerika dengan orang-orang di daerah-daerah tersebut memiliki kesamaan.

Hanya saja, para peneliti masih kesulitan untuk menentukan kapan tepatnya para penghuni di Beringia yang mana kemudian menjadi Benua Amerika ini datang dan tinggal. Namun, berdasarkan hipotesis sementara, diprediksikan kelompok orang tersebut datang dan mendiami Beringia sekitar 23 ribu atau 13 ribu tahun lalu.