Megawati Minta Ahok Jangan Cerewet


SURATKABAR.ID – Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyebutkan bahwa dirinya sempat menasehati calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebagai imbauan, Ahok diamanahkan agar tidak cerewet dan jangan banyak bicara. Pasalnya, kondisi politik saat ini sedang tidak stabil. salah ucap sedikit dikhawatirkan dapat berimbas buruk.

Hal tersebut disampaikan saat Megawati memberi pengarahan kepada para relawan pendukung calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga, Basuki Ahok Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2017). Sebagaimana dilaporkan dalam Megapolitan Kompas, Kamis (30/3/2017).

“Jadi saya sempat bilang ke Pak Ahok, ‘sudahlah jangan cerewet. Karena sekarang kamu itu kena [sorot kamera] TV terus’,” demikian Megawati menceritakan, dalam peresmian kantor DPP Banteng Muda Indonesia, di Jalan Cianjur, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).

Menanggapi saran tersebut, Ahok lantas bertanya apa yang harus dilakukannya. Sebagai jawaban, Megawati menyarankan untuk bertutur kata dan bertindak lebih sopan.

Baca juga: Mereka Ini Dipenjara Karena Didakwa Menista Agama, Apakah Ahok Berikutnya?

“Saya bilang, jadi kamu ‘kulo nuwun’. Terus kalau mau ngomong, ya minta maaf, minta maaf terus. Maaf ya, maaf ya, nuwun sewu ya, nuwun sewu ya,” tutur Megawati.

Senang Melihat Perubahan Ahok

Meski begitu, Megawati juga mengaku senang melihat perubahan Ahok. Hal itu terbukti dari performa Ahok saat mengikuti debat calon gubernur DKI di salah satu stasiun televisi swasta, Senin (27/3/2017) lalu. Pujian lantas dilontarkan Megawati kepada Ahok yang sekarang sudah lebih capable mengontrol emosinya.

“Kemarin saya lihat [Ahok] waktu debat, Alhamdulillah.. [sudah berubah],” ujar Megawati sembari menutup sambutannya.

Baca juga: Terungkap! Ini Latar Belakang Relawan Ahok yang Bawa Sangkur ke Ruang Sidang

Diketahui, PDI-P adalah salah satu partai politik pengusung pasangan Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Selain PDI-P, Partai Nasdem, Golkar, dan Hanura juga mendukung background elektabilitas Ahok-Djarot.

Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok-Djarot harus ‘bertarung’ dengan pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno.