Bermain Tetris Ternyata Merupakan Obat Trauma Setelah Kecelakaan


    © collider.com

    SURATKABAR.ID Sebagian besar dari Anda pasti pernah bermain Tetris, bukan? Permainan satu ini mengharuskan pemainnya untuk menyusun balok-balok secara rapi dan membentuk baris horizontal. Siapa sangka ternyata permainan sederhana tersebut justru telah menarik perhatian para peneliti kesehatan untuk dimanfaatkan di dunia medis.

    Profesor Emily Holmes, seorang ahli psikologi dari Universitas Karolinska, telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengetahui manfaat lain dari permainan tetris di bidang medis. Dia mengatakan jika permainan Tetris dapat secara kuat melatih kemampuan memori visual seseorang sehingga dapat mencegah terjadinya kondisi Post–Traumatic Syndrome Disorder (PTSD).

    Dalam melakukan penelitiannya yang hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry tersebut melibatkan 71 pasien yang mengalami shock atau trauma akibat kecelakaan. Mereka berasal dari ruang gawat darurat di suatu rumah sakit besar di Inggris.

    Untuk mengetahui efek dari permainan Tetris tersebut, para pasien diminta untuk membayangkan kecelakaan yang baru saja dialami, lalu mereka diminta untuk memainkan game tersebut selama 20 menit. Hasilnya, setelah bermain Ttretis selama 20 menit, para pasien dapat mengalihkan perhatian mereka yang mana membuat memori terkait kecelakaannya tidak lagi tersimpan dalam otak.

    “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa apabila Anda terlibat dalam aktivitas yang sangat menyita perhatian visual, ini (permainan Tetris) akan membantu mencegah memori yang sangat mengganggu tersimpan di memori otak Anda,” ujar Holmes, seperti yang dikutip dari BBC.com (29/03/2017).

    Dia juga menjelaskan bahwa jeda waktu maksimal dalam pemberian terapi adalah enam jam setelah terjadinya kecelakaan dan jika lebih dari itu maka gangguan psikologis bisa terbentuk dan penangannya semakin sulit.

    Penemuan ini adalah salah satu usaha untuk menemukan intervensi yang efektif guna mencegah komplikasi trauma secara psikologis yang saat ini masih belum ditemukan cara penanggulangannya.