Hati-Hati! Kita Bisa Keracunan Karbon Monoksida di Rumah, Begini Cara Hindarinya


SURATKABAR.ID – Banyak orang tak menyadari bahayanya karbon monoksida (CO). Karbon monoksida adalah suatu gas yang tak berwarna, tak berbau dan tak berasa yang merupakan hasil pembakaran yang tak sempurna dari material karbon.

Memang, karbon monoksida memiliki peranan penting dalam teknologi modern (menjadi prekursor untuk berbagai produk). Sisi buruknya, gas ini CO ini berisiko sebabkan keracunan hingga kematian.

Contoh kasusnya, pada Minggu malam (19/3/2017) lalu, sebuah keluarga asal Inggris yang terdiri dari orangtua dan lima anak-anak ditemukan setengah sadar saat barbeque di dalam rumah, sebagaimana dilaporkan The Sun dalam National Geographic.

Untungnya, bantuan segera datang dan semua anggota keluarga selamat setelah dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Hujan Es di Jaktim dan Jaksel, Warga: Mau Diminum Pakai Sirup Tapi Takut Beracun

Sumber Racun dan Gejala Keracunan CO

Setiap pemanas yang mengeluarkan gas seperti kompor gas atau pemanas air dengan gas, serta pembakaran yang menggunakan batubara atau kayu, dapat menyemburkan asap beracun karbon monoksida saat tidak berfungsi dengan benar.

Kebocoran karbon monoksida mempunyai gejala awal, sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda keracunan agar Anda dan orang-orang yang Anda sayangi dapat mencari bantuan dalam kondisi darurat.

Gejala keracunan karbon monoksida; si Silent Killer ini, bisa berupa sakit kepala, pusing, perasaan tidak enak badan, kelelahan atau mengantuk, sakit perut dan kesulitan bernapas yang datang tiba-tiba.

Gejala-gejala ini memang umum untuk beragam penyakit, namun bila anggota keluarga lain menderita gejala yang sama, tandanya ada risiko kebocoran karbon monoksida di tempat Anda tinggal.

Cara Hindari Racun Karbon Monoksida

Berikut kami sertakan cara sederhana agar terhindar dari bahaya kebocoran dan keracunan karbon monoksida (CO):

Baca juga: Ilmuwan dari Australia Coba Kembangkan Obat untuk Penderita Stroke dari Racun Labah-Labah Mematikan

  • Pastikan ada ventilasi yang baik, terutama di dapur dan kamar mandi dengan pemanas air. Salah satu penyebab keracunan karbon monoksida adalah kurangnya ventilasi di ruangan dengan kompor, pemanas, boiler atau pemanas batubara.
  • Lakukan barbecue atau mengolah makanan yang dibakar di ruang terbuka, tidak di dalam ruangan.
  • Ada baiknya bila dapur memiliki penghisap atau cerobong asap, sehingga mengurangi risiko terpapar karbon monoksida saat memasak di ruang tertutup.
  • Rutin mengontrol peralatan gas atau cerobong asap di rumah oleh teknisi. Termasuk membersihkannya secara berkala.