Pemerintah Dituding Abai akan Kesehatan Anak karena Biarkan Diskon Murah untuk Makanan dan Minuman dengan Berkadar Gula Tinggi


© mic.com

SURATKABAR.ID – Sekarang ini, salah satu penyebab banyaknya anak-anak yang memiliki gizi rendah, walaupun mereka bukan berasal dari kalangan yang kurang berada adalah pengonsumsian makanan tidak sehat atau istilahnya dikenal dengan nama junk food.

Menurut laporan dari Health Select Committee, saat ini iklan mengenai junk food sangat marak dan tidak terbendung lagi di berbagai negara. Hal tersebut diperparah dengan semakin banyaknya perusahaan pemroduksinya dan juga retailer mereka yang melakukan pemangkasan harga untuk junk food-junk food khusus.

Dikarenakan hal itu, ada banyak pihak yang meminta agar pemerintah dapat mereduksi dan juga mengluarkan aturan khusus terkait harga produk junk food di pasaran agar dapat membuat anak-anak kembali sehat dan tidak terkena risiko dari berbagai macam penyakit yang salah satunya adalah obesitas.

Walaupun sudah dikeluarkannya peraturan di Inggris yang memerintahkan semua produsen makanan ringan (snack) atau jenis junk food lainnya serta minuman-minuman sejenis agar diproduksi dengan memangkas kandungan gula di dalamnya, namun tenggat waktu yang diberikan cukup lama, yaitu harus kelar semua pada tahun 2020. Tentunya dengan waktu yang relatif lama itu, para produsen diperkirakan akan santai-santai saja menanggapinya.

Oleh karenanya, dengan mengambil dasar dari data yang dimiliki Health Select Committee, sebuah organisasi Medical Protection Society berharap agar pemangkasan harga atau pemberian diskon khusus untuk makanan dan minuman berkadar gula tinggi segera diterapkan.

Sayangnya, seperti yang dikutip dari BBC.com (27/3/2017), walaupun laporan berupa data atau juga sejenisnya sudah berulang kali dikirimkan, namun pihak pemerintah seakan tidak begitu tanggap akan hal ini dan menganggap bahwa promosi dengan pemotongan harga yang ditawarkan tersebut merupakan strategi khusus dan juga menjadi “arena bermain” para retailer dan produsen.

Dengan tidak adanya aturan khusus yang mengikat terkait dengan harga murah serta diskon yang sering ditawarkan oleh para produsen dan retailer makanan serta minuman kaya gula tersebut, maka justru membuat banyak orang tua atau anak-anak tertarik untuk membelinya dalam jumlah banyak.

Tentu saja, dengan mengonsumsi makanan atau minuman semacam ini, sisi kesehatan konsumen, terutama anak-anak akan terancam.