Perubahan Iklim Ekstrem Tahun 2016 Diklaim Disebabkan Oleh Manusia


© mycause.com.au

SURATKABAR.ID – Pemanasan global adalah suatu pertanda jika alam mulai mengalami kerusakan di berbagai sektor. Manusia tidak sadar kalau aktivitasnya selama ini perlahan-lahan mengakibatkan pemanasan global. Bahkan, cuaca di tahun 2016 telah memecahkan rekor, karena temperatur globalnya mencapai titik tertinggi dalam sejarah modern.

Menurut Organisasi Meteorologi Dunia PBB (WMO), hal itu meliputi tingkat karbondioksida yang sangat tinggi, kenaikan permukaan air laut, serta es di laut kutub utara mencapai titik terendahnya.

Menurut Space.com (24/3/2017), WMO mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa, 21 Maret 2017 lalu bahwa fenomena cuaca tersebut cukup mengkhawatirkan dan akan terus berlanjut di tahun 2017. Laporan WMO ini berdasarkan data dari beberapa dataset internasional yang dikelola secara independen.

“Laporan ini menegaskan bahwa tahun 2016 telah mencatatkan suhu panas yang luar biasa, yakni sebesar 1,1 derajat Celsius [1.98 derajat Fahrenheit] di atas periode pra-industri, yang merupakan 0,06 derajat Celcius [0,1 F] di atas rekor sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2015. Peningkatan suhu global ini konsisten dengan perubahan lain yang terjadi dalam sistem iklim. Misalnya, rata-rata global suhu permukaan laut juga mengalami rekor tertinggi,” ujar Petteri Taalas, sekjen WMO.

Taalas juga menyatakan bahwa dengan tingginya tingkat karbon dioksida di atmosfer secara konsisten hingga memecahkan rekor baru, semua itu dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Para ilmuwan dapat menghubungkan suhu tinggi tersebut dan beberapa peristiwa cuaca ekstrim akibat ulah manusia yang semakin merusak alam.

Selain itu, karbondioksida yang dilepaskan oleh kendaraan bermotor ke atmosfer mencapai 400 ppm (parts per million) pada tahun 2015. Angka itu memiliki artian bahwa ada 400 molekul karbondioksida di udara per satu juta molekul udara. Hal tersebut sangat kontras sejak 800.000 tahun terakhir, ketika tingkat CO2 berfluktuasi antara sekitar 170 ppm dan 280 ppm saja.

Beberapa peristiwa cuaca ekstrem di tahun 2016 menurut WMO diakibatkan pemanasan global yang meliputi kekeringan parah dan menyebabkan kurangnya pangan bagi jutaan orang di selatan dan timur Afrika dan Amerika Tengah, Badai Matthew yang merusak Haiti pada bulan Oktober 2016, termasuk badai kategori 4 pertama kalinya sejak 1963 dan hujan lebat dan banjir di Asia timur dan selatan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKampanye Senyap, ‘Jurus’ Ahok di Pilkada Putaran Kedua DKI Jakarta
Berita berikutnyaKabar Gembira, Ratusan Anggota OPM Turun Gunung dan Bergabung Indonesia