Terbongkar! Ini Dia Nama Pemain Utama di ‘Bancakan’ e-KTP


SURATKABAR.ID – Nama Andi Narogong mencuat setelah kasus mega korupsi e-KTP mengemuka ke ruang publik. Kabar terbaru menyebutkan jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan nama Andi Agustinus atau Andi Narogong sebagai tersangka dalam pengembangan kasus dugaan proyek e-KTP.

Berdasarkan sumber yang dilansir di detik.com, sepak terjang Andi memang telah diungkapkan oleh KPK dalam surat dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan pada sudang perdana tertanggal 9 Maret 2017 yang lalu, nama Andi muncul sejak proses pembahasan anggaran Komisi II DPR.

Pada saat pembahasan anggaran tersebut, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) melakukan kesepakatan dengan Ketua Komisi  II DPR Burhanuddin Napitupulu untuk menemui Andi yang dianggap sudah terbiasa menjadi pengusaha rekanan di Kemendagri.

Baca juga: Terungkap! Ini Alasan KPK Masih Sembunyikan Nama-Nama Yang Terlibat Korupsi e-KTP

Selanjutnya, jaksa KPK juga membongkar gerak gerik Andi di kompleks parlemen. Andi disebut sebagai orang yang sering menemui Setya Novanto, M Nzaruddin, dan Anas Urbaningrum kala itu. Pertemuan tersebut dilakukan karena mereka bertiga dianggap sebagai representasi kekuatan politik di Komisi II DPR.

Jaksa KPK juga menyebutkan jika pertemuan Andi dan ketiga politikus tersebut sampai membuahkan kesepaktan berupa hasil grand design pembagian uang terkait proyek yang bernilai Rp 5.9 triliun.

Mereka juga sepakat untuk mengambil sebanyak 49 persen total nilai proyek sebagai ‘bancakan’ korupsi, sedangkan proyeknya sendiri hanya dikerjakan dengan memanfaatkan 51 persen dari nilai total.

Baca juga: Terungkap! 6 Fakta Mengejutkan dari Sidang  Kasus Korupsi e-KTP

Setelah itu Andi Narogong mulai bergerilya untuk membagi-bagikan uang agar proyek e-KTP tersebut bisa segera lolos. Jaksa KPK juga menyebutkan jika sekitar bulan September – Oktober 2010, Andi Narogong memulai Aksinya di ruang kerja anggota Komisi II DPR Mustokoweni. Pada saat itu, Andi memberikan sejumlah uang agar angota DPR (Komisi II dan Badan Anggaran DPR) menyetujui proyek tersebut.

Selain itu Andi juga diektahui kembali membagikan uang ke ruang kerja Setya Novanto di lantai 12 Gedung DPR dan di ruang kera Mustokweni. Aktor utama yang bergerilya melobi para anggoat DPR akhirnya terpecahkan.