Ketahuan Sebar Virus Secara Massal, Orang Rusia Ini Dijatuhi Hukuman Penjara Selama 10 Tahun


© pmaconsulting.co.za

SURATKABAR.ID – Seorang pria asal Rusia menjadi terdakwa dan harus mendekam di penjara selama 10 tahun karena terbukti menyebarkan virus komputer dan membuat para korbannya harus merugi dengan total jika dihitung semua mencapai USD 500 juta.

Pria yang bernama Mark Vartanyan (29) tersebut telah menyebarkan Citadel Trojan yang mana mampu membuat penjahat elektronik untuk mencuri akun bank serta informasi penting lainnya secara detail.

Pengadilan di Amerika Serikat mengatakan bahwa virus buatannya tersebut telah menyebar dan menyerang sekitar 11 juta perangkat komputer di seluruh dunia.

Di pengadilan, Vartanyan mengaku bersalah atas tuduhan penyalahgunaan komputer di Atlanta setelah diekstradisi dari Norwegia. Dalam penjelasannya, virus tersebut didapatkannya di forum berbahasa Rusia pada tahun 2012 dan hanya dapat diunduh oleh orang-orang yang mendapatkan status invitation.

Target yang diincar adalah jaringan komputer dari lembaga keuangan dan juga pemerintahan di seluruh dunia, ungkap jaksa, seperti yang dikutip dari BBC.com (23/3/2017).

Selain itu, Vartanyan juga mengakui bahwa dia mulai mengembangkan, menyempurnakan sampai dengan menyebarkan virus buatannya itu sejak tahun 2012 dan 2014 saat dia tinggal di Ukraina dan Norwegia.

Dengan menggunakan nama samaran Kolypto, dia mengunggah banyak data-data elektronik dalam jumlah besar yang berisikan, komponen, update, patch dan tentunya Citadel di dalamnya.

Virtanyan juga akan bekerja sama dengan pihak pengadilan untuk mengungkap jenis-jenis masalah internet yang sama seperti yang dilakukannya agar hukumannya dapat diperingan. Secara resmi, Virtanyan akan memulai hukumannya pada bulan Juni nanti.

Hampir sama seperti yang dilakukan Virtanyan, pada bulan September 2015 lalu, ada seorang warga negara Rusia bernama Dimitry Belorossov juga harus dijebloskan ke penjara selama 4 tahun 6 bulan karena terbukti menyebarkan dan menginstal Citadel ke banyak komputer.

Sampai sekarang ini, Departemen of Justice di Amerika Serikat terus memburu siapa pencipta dari virus bernama Citadel tersebut.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaGoogle Kembali Kembangkan Fitur Baru Berbasis Google Maps
Berita berikutnyaIlmuwan Coba Kembangkan Perangkat Baru untuk Analisis Kualitas Sperma Menggunakan Smartphone