Bikin Ngakak! Saksi Ahok Ngaku Sudah Di-briefing Sebelum Sidang


SURATKABAR.ID – Sidang kasus dugaan penistaan agama Islam yang menyeret Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terus berlanjut. Namun, pada sidang yang digelar Selasa (21/3/2017), pelapor menganggap saksi ahli yang dihadirkan terdakwa tidak independen.

Pasalnya, saksi ahli tersebut tak sengaja mengatakan bahwa dia sudah di-briefing terlebih dahulu untuk menentukan arah kesaksiannya sebelum dihadirkan di ruang sidang.

Syamsul Hilal, salah satu pelapor, menuturkan bahwa saksi ahli agama dari PBNU KH Ahmad Ishomuddin keceplosan mengatakan kalau sebelum sidang dimulai, dia sudah terlebih dahulu mendapatkan pengarahan terkait kesaksiannya dari salah satu kuasa hukum Ahok.

“Tadi saksi ahli kedua sempat keceplosan begitu. Padahal, sebagai saksi ahli seharusnya kesaksiannya itu independen, tanpa memihak ke siapapun,” ujar Syamsul dilansir sindonews.com.

Baca juga: Geger! Foto Pertemuan Rahasia Ahok Bocor

Syamsul melanjutkan, saksi ahli kedua ini mengatakan bahwa sehari sebelum sidang ke-15 digelar, dia telah di-briefing oleh pengacara Ahok. Syamsul menduga, kesaksian KH Ahmad Ishomuddin ini telah diarahkan oleh tim kuasa hukum Ahok.

Selain itu, KH Ahmad juga menerangkan bahwa kata auliya dalam surat Al-Maidah 51 berarti teman baik. Namun, Rais Syuriah PBNU ini juga tak menampik bahwa auliya memiliki arti lain, yakni pemimpin.

“Dia tidak menafikan arti auliya itu teman baik tapi beliau juga tak menafikan arti pemimpin,” lanjut Syamsul.

Dengan adanya brieifing yang dilakukan sebelum sidang oleh tim kuasa hukum Ahok dan dikatakan langsung oleh saksi ahli ini, Syamsul berharap majelis hakim tidak mempertimbangkan kesaksian dari Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI tersebut.

Sebab, Syamsul menilai, pendapat yang disampaikan KH Ahmad tampak memihak, serta ada keragu-raguan dalam mengartikan kata auliya.

“Sangat diragukan. Seharusnya tak dipertimbangkan, karena memihak,” tegasnya.

Tak hanya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mempertanyakan briefing yang dilakukan tersebut. “Kenapa saudara ahli bisa di-briefing terlebih dahulu,” cecar JPU.

Hakim pun meminta agar Ahmad bersikap netral dan dapat memberikan keterangan yang benar mengingat statusnya sebagai saksi ahli agama.

“Namanya ahli itu, siapapun yang mengajukan tetap harus netral, itu saja ya karena selama ini kadang-kadang kan, ya tergantung yang mengajukan,” ujar hakim.

Baca juga: Beredar Isu Billy Syahputra Ditangkap BNN, Ini Kata Managemen

Sementara itu, pengacara Ahok, Humprhey Djemat keberatan dengan pertanyaan JPU soal briefing yang dilakukan berulang-ulang.

“Terus terang kami merasa keberatan dengan berulang-ulang kalinya kata briefing disampaikan JPU. Masalah tersebut tidak perlu dibesar-besarkan,” tutur Humprhey.