Gempar! Panwaslu Akui Temukan Pelanggaran oleh Istri Ahok


SURATKABAR.ID – Sahrozi, Ketua Panwaslu Jakarta Timur menyebutkan, pihaknya menemukan adanya dugaan pelanggaran saat Veronica Tan, istri calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menghadiri pembagian sumbangan dari Partai Nasdem yang berlokasi di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tepatnya pada Kamis (16/3/2017).

Diketahui, Partai Nasdem merpuakan salah satu parpol yang mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Syaiful Hidayat (Djarot) dalam Pilkada DKI Jakarta periode 2017-2022.

“Veronica Tan itu datang ke kegiatan Posyandu RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu. Di situ awalnya ada informasi kalau Partai Nasdem akan memberikan sumbangan buat Posyandu, kemudian diterima salah satu kader Posyandu,” papar Sahrozi di Hotel Oasis Amir, Jakarta Pusat pada Selasa (21/3/2017), dikutip di kompas.com.

Dalam kesempatan tersebut, Sahrozi juga menyebutkan jika sebelumnya acara pemberian sumbangan tersebut, tidak ada informasi yang menyebutkan jika Verocia akan hadir di sana. Namun, saat acara berlangsung Veronica berada di tempat turut hadir dalam acara.

Baca juga: Ahok Diberi Gelar Santri Kehormatan, Fadli Zon: Santri ya Harus Muslim lah

“Pada hari H ternyata dia (Veronica) datang, ada beberapa warga situ, warga luar ada, memakai baju identitas, kotak-kotak,” jelasnya lebih lanjut.

Saat pembagian sumbangan bubur dan juga biskuit untuk anak-anak, sebagian warga Cipinang Melayu yang hadir merasa keberatan dan melapor ke Panwascam Makasar.

“Kemudian panwascam membuat temuan dugaan pelanggaran. Dugaannnya menggunakan fasilitas pemerintah (posyandu),”  jelas Sahrozi lagi.

Guna membuktikan dugaan pelanggaran yang dilakukan istri mantan Bupati Belitung Timur tersebut, Panwaslu Jakarta Timur berencana akan memanggil liaison office (LO) Partai Nasdem yang hadir dalam pembagian sumbangan. Selain itu akan dipanggil pula lurah Cipinang Melayu untuk diminta klarifikasi agar semuanya jelas.

Baca juga:  Sandiaga Dipolisikan, Anies Malah Komentar Begini

Mengenai masalah tersebut, Panwaslu Jakarta Timur bakal memastikan apakah LO yang hadir dari Partai Nasdem tersebut merupakan tim kampanye Ahok-Djarot atau bukan. Sementara untuk pemanggilan lurah Cipinang Melayu, Panwaslu Jaktim akan memastikan program posyandu tersebut merupakan program pemerintah atau bukan.

“Kami nanti lihat niatnya datang ke situ apa, ini kan dalam masa kampanye. Apalagi dia itu ibu gubernur, datang ke situ kan pasti ada maksud. Maksud ini yang kami gali,” papar Sahrozi.