YouTube Meminta Maaf karena Dianggap Diskriminasi Terhadap Kaum LGBT


© telegraph.co.uk

SURATKABAR.IDLGBT atau singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender atau apapun yang terkait dengan hal tersebut memang sangat keras mendapatkan kecaman dan penolakan, khususnya di Indonesia.

Seperti yang akhir-akhir ini tengah menjadi kontroversi adalah film Beauty and The Beast yang di bintangi oleh Emma Watson dan Dan Steven. Walaupun sudah dinyatakan lulus sensor, akan tetapi pada kenyataannya di dalam film tersebut terdapat adegan LGBT. Bahkan film ini tidak boleh ditayangkan di Malaysia dan negara Islam lainnya.

Berbeda dengan negara-negara penganut liberal lainnya, YouTube pada tanggal 20 Maret 2017 lalu mencuitkan satu tweet yang bernadakan dukungan untuk para kaum LGBT dan meminta maaf karena dirasa berlaku kurang adil karena melakukan pemblokiran sepihak.

“Kami sangat bangga dapat mewakili suara LGBT pada platform kami – semua tentang mereka adalah bagian penting dari YouTube. Tujuan dari Mode Terbatas adalah untuk menyaring konten dewasa bagi sebagian pengguna dengan pengalaman yang lebih terbatas. Video LGBTQ akan tersedia dalam Mode Terbatas, tapi untuk video yang membahas tentang isu-isu yang lebih sensitif mungkin tidak (tidak tersedia). Kami menyesal permasalahan ini telah menyebabkan Anda khawatir. Kami menghargai respon dan keinginan Anda agar YouTube lebih inklusif, beragam dan menginspirasi,” jelas YouTube, seperti yang dikutip dari Cnet.com (20/3/2017).

Tentu saja, karena sudah ada permintaan maaf resmi dari YouTube, tidak sedikit komunitas tertentu menyambutnya dengan hangat dan memberikan apresiasi akan respon perusahaan yang telah menjadi bagian dari Google tersebut.

Masalah itu bermula saat YouTube menggunakan Mode Terbatas (Restriction Mode) yang mana berfungsi sebagai penandaan komunitas, pembatasan usia dan tanda lainnya untuk mengidentifikasi dan menyaring konten yang dianggap tidak pantas.

Tapi sayangnya, masih banyak Vlogger yang tidak setuju dengan penggunaan Mode Terbatas pada pengklasifikasian konten yang bersifat sensitif itu . Padahal penggunaan Mode Terbatas ini seharusnya melindungi dan dapat menyaring konten dewasa bagi pengguna yang dianggap belum pantas melihat atau menggunakannya.

Cuitan YouTube tersebut mendapat balasan dari banyak pihak termasuk High-Profile Vlogger, Jenna Marbles dan Thomas Sandera. Uniknya, walaupun sudah melakukan klarifikasi itu, namun masih banyak pengguna YouTube lainnya yang melaporkan bahwa video mereka tentang diskusi terminologi atau kisah pribadi mereka terkait dengan LGBT tetap tidak dapat diakses atau masih terblokir. Sampai sekarang, YouTube belum memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait dengan banyaknya laporan yang masuk itu.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSandiaga Dipolisikan, Anies Malah Komentar Begini
Berita berikutnyaPakai iPhone di Kamar Mandi, Pria Ini Tewas Tersengat Arus Listrik