Google dan Oxford Coba Kembangkan Alat Berbasis AI untuk Bantu Para Penderita Tunarungu


© ehowcdn.com

SURATKABAR.ID – Bagi penderita tuna rungu total, cara berkomunikasi atau untuk mengetahui apa yang disampaikan lawan bicaranya yang normal adalah melalui bahasa isyarat gerakan tangan.

Bahasa isyarat melalui gerakan tangan ini tentu tidak diketahui banyak orang dan tentu akan menyulitkan penderita tuna rungu untuk mengetahui informasi dari media elektronik atau untuk berkomunikasi dengan orang normal lainnya.

Karena permasalahan tersebut ilmuwan dari Oxford University of English yang bekerja sama dengan Deepmind (perusahaan kecerdasan buatan yang telah diakuisisi oleh google pada tahun 2014), berencana membuat sebuah alat penerjemah gerakan bibir menjadi gerakan tangan yang akan sangat membantu penderita tuna rungu.

Seperti yang dikutip dari NewAtlas.com (17/3/2017), alat yang disebut AI Lip Reading ini merupakan hasil dari pengembangan kecerdasan buatan yang menggunakan teknologi Watch, Absen and Spelling atau disingkat WAS.

Pengujian teknologi WAS ini telah diujicobakan dengan membandingkan antara orang yang mahir menerjemahkan gerakan bibir tanpa suara dengan video yang memuat sekitar 118.000 kalimat serta 17.500 kata yang diucapkan oleh 1.000 orang berbeda.

Ternyata, hasil dari uji coba tersebut cukup memuaskan. Teknologi WAS yang akan dipasang pada AI Lip Reading ini dapat menerjemahkan 50 persen gerak bibir tanpa suara tersebut menjadi bahasa gerakkan tangan. Sedangkan orang yang mahir menerjemahkan bahasa gerakan tangan, hanya mampu menerjemahkan 12 persen saja.

Meski mendapatkan hasil cukup memuaskan dalam uji coba pertama, para ilmuwan Oxford dan Deepmind Google mengakui AI Lip Reading ini, masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu mereka terus melakukan pengembangan lebih lanjut terkait dengan penggunaan teknologi WAS itu.

Teknologi AI Lip Reading ini nantinya diharapkan dapat dengan akurat menerjemahkan gerakan bibir di manapun termasuk di tempat bising sekalipun. Dengan dapat diciptakannya alat ini, diharapkan dapat membantu para penderita disabilitas pada bagian pendengarannya di seluruh dunia.