NASA dan Aurora Coba Ubah Pesawat Jadul Pasca Perang Dunia Menjadi Transportasi Udara Komersil


    © nasa.gov

    SURATKABAR.ID – Lembaga penelitian bagian antariksa Amerika Serikat atau yang lebih akrab dikenal NASA baru-baru ini mengumumkan akan adanya program baru yaitu Aviation Horizons.

    Program ini bekerja sama dengan Aurora sebagai Lembaga Ilmu Penerbangan yang berasal dari Virginia Amerika Serikat. Program Aviaton Horizons ini merupakan project NASA dan Aurora yang ingin ‘menghidupkan kembali’ pesawat-x D8 yang dulu sering digunakan pada waktu pasca Perang Dunia sebagai pesawat penumpang komersil.

    Untuk menyelesaikan program tersebut, Aurora diberikan tenggat waktu selama 6 bulan untuk dapat kembali menghidupkan pesawat-x D8 tersebut dan bakal dicoba untuk dijadikan pesawat komersil sekitar tahun 2027 mendatang.

    Dengan dana yang diberikan kurang lebih USD 2,9 juta ini, Aurora berencana untuk menanamkan mesin khusus terlebih dahulu ke dalam body pesawat D8. Setelah itu akan dijadwalkan untuk dilakukan uji coba lepas landas.

    Seperti yang dikutip dari NewAtlas.com (15/11/2016), setelah dilakukan uji coba dan jika hasilnya memuaskan maka pada tahun 2027, pesawat tersebut sudah dinyatakan siap untuk dijadikan pesawat komersil.

    Usai menyusun agenda kerja tersebut, Aurora juga mengungkapkan tentang pembaruan apa saja yang akan diberlakukan di pesawat D8 nantinya. seperti perubahan di sisi desainnya yang akan dibuat lebih modern, penambahan double bubble yang artinya terdapat dua lambung kembar mirip dengan yang ada pada Boeing 377 dan dimodel agar ruang di dalamnya menjadi luas.

    Selain itu, D8 juga nantinya akan diperbarui pada bagian sayapnya yang dibuat lebih kecil untuk mengurangi hambatan pada badan pesawat. Aurora juga mengatakan bahwa D8 akan dirancang agar dapat mencapai kecepatan sekitar 936 km/jam.

    Dengan ruang pesawat yang lebih luas, D8 dapat memuat 180 penumpang dan dengan desainnya yang lebih ramping, D8 akan dapat memangkas kebutuhan bahan bakar sebanyak 71 persen serta dapat mengurangi suara bising hingga 60 EPNdb juga mengurangi emisi LTO NOx sebesar 87 persen lebih banyak daripada Boeing terdahulu di kelas 737-800.