Inilah 5 Teladan Kebersihan dari Indonesia yang Mendunia, Tiru Yuk?


SURATKABAR.ID – Sudah tak aneh jika negara kita dilibatkan dalam daftar negara dengan polusi tertinggi. Tingkat kemacetan yang meninggi, lalu lintas yang padat serta pengelolaan limbah di negara kita masih belum bisa terbilang baik.

Meski begitu, bukan berarti orang Indonesia tak mengenal kebersihan. Ada beberapa teladan terkait kebersihan lingkungan yang diprakarsai oleh beberapa anak bangsa.

Langkah ini bahkan sempat menjadi perhatian dunia. Karena itulah, kita perlu mengetahui, meniru dan menyebarluaskannya.

Seperti direportasekan dalam Merdeka, inilah rangkuman dari beberapa contoh kebersihan di Indonesia yang patut kita tiru dan banggakan.

Teladan yang baik seputar kebersihan lingkungan ini dapat kita jadikan inspirasi bagi kita agar lebih perhatian lagi terhadap kelayakan lingkungan sekitar.

Baca juga: Geger! Sumber Air Ajaib Ini Tiba-Tiba Muncul Ditengah Warga yang Kesulitan Air Bersih

1. Penglipuran, Desa Terbersih di Dunia

Desa Penglipuran merupakan desa adat di Bangli, Bali. Pemukiman tradisional yang letaknya tak jauh dari Kintamani ini tak hanya dikenal karena keindahannya. Penglipuran juga disebut-sebut sebagai salah satu desa paling bersih di dunia. Desa ini menduduki tempat ketiga setelah Giethoorn (Belanda) dan Mawlynnong (India).

Penglipuran juga menjadi kawasan wisata yang sangat populer. Meski begitu, desa ini tetap bisa mempertahankan sisi tradisional dan kelestarian lingkungannya. Penataan desa dan bangunan tradisionalnya masih terjaga utuh. Begitu juga dengan 75 hektar hutan bambu dan 10 hektar vegetasi yang masih terawat. Hebatnya, inilah yang menjadi ciri khas Penglipuran di mata dunia.

2. Bersihnya Air Asinahu, Sungai di Pulau Seram

Siapapun yang melihat langsung Air Asinahu pasti kagum dibuatnya. Pasalnya, meski berhimpitan dengan pemukiman warga Desa Sawai, sungai di Pulau Seram, Maluku Tengah ini masih terjaga kebersihannya. Air jernihnya berwarna kehijauan. Padahal warga menggunakan air sungai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi dan mencuci baju.

Warga Sawai dan sekitarnya memang berkomitmen untuk menjaga sungai mereka agar bebas pencemaran. Pinggiran sungai dilapisi ubin. Anak-anak biasa bermain di sana.

3. Selokan (Merangkap Kolam Ikan) Joko Sucipto

Mungkin Anda sudah pernah dengar tentang bersihnya selokan-selokan di Jepang. Saking bersihnya, selokan sampai bisa dimanfaatkan untuk memelihara ikan koi. Tentunya hal seperti ini hanya bisa dilakukan jika kualitas airnya benar-benar baik. Menariknya, Indonesia juga punya selokan sebersih itu. Buktinya adalah selokan yang berfungsi ganda sebagai kolam ikan milik Joko Sucipto.

Kolam milik Mbah Joko, sapaan akrab pensiunan pegawai bank itu berada di Dukuh Samberan, Pluneng, Klaten, Jawa Tengah. Mbah Joko meniru cara memelihara ikan di selokan seperti di Jepang. Selokan di depan rumahnya dibendung sepanjang 10 meter dengan kawat penyaring air. Kolam dadakan yang terbentuk digunakan untuk memelihara ikan mas dan gurami. Kemudian Mbah Joko mulai membudidayakan pula ikan nila, mujair, dan belakangan koi. Agar air tetap bersih, ikan hanya diberi makan nasi atau roti sisa.

Tak cuma menghasilkan, kolam selokan Mbah Joko juga menjadi tontonan tersendiri bagi warga. Kolam tersebut sempat viral di jejaring sosial, bahkan menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

4. Bank Sampah

Bank sampah merupakan salah satu metode pengelolaan sampah di Indonesia yang dipuji dunia. Bisa ditemukan di beberapa kampung yang ada di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Pada bank sampah, limbah rumah tangga dipisahkan menjadi sampah organik dan non-organik oleh masing-masing rumah. Setelah itu disetorkan ke bank sampah dalam bentuk deposit, layaknya orang yang sedang menabung di bank. Sampah yang disetor dihargai dengan tarif yang telah ditentukan sebelumnya.

Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non-organik dipilah-pilah lagi menjadi sampah plastik, kertas, serta botol dan logam. Hasilnya dijual dan dimasukkan ke rekening sampah warga. Jadi selain menikmati lingkungan yang bersih, warga juga bisa mendapatkan keuntungan ekonomis dari sampah

5. Kantong Kresek Bioplastik Avani Eco

Kevin Kumala, seorang pengusaha muda asal Bali, menarik perhatian dunia karena inovasi ramah lingkungan yang dipeloporinya. Kevin memproduksi kantong kresek biodegradable. Artinya, kantong kresek buatannya tidak akan mencemari lingkungan, karena bisa dicerna dengan mudah oleh alam. Bahkan jika termakan oleh binatang pun tak akan apa-apa.

Dilansir dari Business Insider, Kevin menggunakan singkong sebagai bahan dasar kantong kresek buatannya. Untuk membuktikan tingkat keamanan, Kevin mengunggah sebuah video di Facebook. Dia memasukkan kantong dalam segelas air hangat. Kantong yang meleleh bersama air kemudian diminumnya hingga habis.

Kevin membuat kantong bioplastik tersebut karena prihatin dengan permasalahan limbah plastik yang semakin gawat di Pulau Jawa dan Bali. Dengan adanya kantong bioplastik, diharapkan limbah plastik yang dihasilkan oleh masyarakat setiap harinya bisa berkurang.

Baca juga: Keren! Warga Bali Ini Bikin Eco-Plastic dari Singkong!

Saat ini, kantong bioplastik buatannya diproduksi secara massal dan dipasarkan melalui perusahaannya yang bernama Avani Eco. Kantong ini laris manis di pasar lokal maupun luar negeri. Avani Eco banyak dipesan restoran, toko, dan hotel yang ada di Indonesia maupun Australia.

Tiru, yuk?