Belum Juga Dimulai, Liga-1 PSSI Sudah Dapat Sindiran Pedas dari Legenda MU Ini


SURATKABAR.ID Liga Indonesia tampaknya kini mulai menarik perhatian dunia. Salah satunya dari Legenda Manchester United (MU) David May, ia  mengatakan pemain sepakbola seharusnya tidak dibatasi dengan usia.

Sebab, ia menilai pesepakbola profesional tetap bisa memberikan kontribusi buat timnya walaupun usianya sudah tidak muda lagi. Secara tidak langsung pernyataan May ini seperti menyindir regulasi baru PSSI di Liga-1.

Peryataan yang diucapkan May itu, tentu bertolak belakang dengan keputusan yang diambil PSSI buat regulasi pemain di Liga 1. Induk sepakbola nasional tersebut menerapkan aturan setiap klub hanya diizinkan memakai dua pemain yang berusia di atas 35 tahun.

Selain itu, klub juga diwajibkan mendaftarkan lima pemain yang U-23. Di mana tiga antaranya mesti bermain sejak menit awal dalam setiap pertandingan yang dimainkan.

“Bagi saya di Eropa, tidak masalah seberapa tua usia kamu jika ingin bermain sepakbola. Apakah Anda berusia lima tahun, enam tahun, atau bahkan 55 tahun, sepanjang Anda bisa menikmati permainan Anda sendiri,” kata May, seperti dikutip dari Four Four Two.

Baca juga: Inilah 4 Pemain Kelas Dunia yang Bisa Jadi Akan Berkostum Arema FC Musim Ini

“Kepada anak saya, saya katakan bahwa yang terpenting dalam bermain bola adalah menyukai permainan sepak bola itu sendiri,” May menambahkan.

Dijadwalkan Liga 1 yang diikuti oleh 18 klub Tanah Air akan mulai bergulir pada 15 April 2017. Kepastian tersebut terjadi setelah PSSI menggelar pertemuan dengan perwakilan klub beberapa hari yang lalu di Jakarta.

SebelumnyaPSSI melakukan sosialisasi Liga 1 Indonesia dengan memanggil perwakilan 18 klub peserta untuk melakukan pertemuan di Markas Kostrad TNI AD Jakarta, Kamis (16/3/2017) sore. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Liga 1 2017 akan dimulai pada 15 April 2017 dengan operator PT Liga Indonesia Baru.

Dalam pertemuan dengan pihak klub tersebut, baik Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, dan Sekjen PSSI, Ade Wellington, sempat menyinggung soal marquee player. Ketika dikonfirmasi di akhir pertemuan, Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa memang ada satu tambahan kuota pemain asing jika klub mendatangkan seorang marquee player untuk bermain di Liga 1 2017.

“Jadi marquee player itu adalah pemain top dunia, baik yang bermain di salah satu dari delapan liga top Eropa dan pernah bermain di putaran final Piala Dunia, setidaknya dalam tiga putaran terakhir Piala Dunia,” ujar Edy Rahmayadi dalam keterangan persnya.

Namun, Edy Rahmayadi tidak mewajibkan klub untuk memiliki marquee player, yang artinya klub akan tetap dengan regulasi 2+1. Hanya saja, Ketua Umum PSSI itu menyebutkan bahwa ketentuan soal marquee player tersebut akan sangat baik untuk sepak bola Indonesia.

“Klub tidak diwajibkan untuk mendatangkan satu marquee player. Hanya, gunanya pemain tersebut adalah agar memotivasi Anda semua media massa untuk menyiarkan kompetisi sepak bola Indonesia dan juga memotivasi pemain muda Indonesia untuk menjadi pemain yang lebih baik,” lanjut Edy Rahmayadi.