Teori Bumi Kuno “Hadden” Mulai Dipertanyakan


SURATKABAR.ID – Telah diketahui bahwa teori pembentukan bumi kuno milyaran tahun yang lalu bermula ketika sekumpulan debu galaksi berkumpul dan mengorbit pada bintang. Kumpulan debu tersebut menyatu dan membentuk batu bola padat. Batu padat tersebut akhirnya mengalami pendinginan pada lempengannya dan menciptakan air.

Lalu lempengan yang tidak mengalami pendinginan pecah dan membentuk benua. Teori tersebut dikenal dengan istilah teori bumi kuno neraka atau “Hadden”. Istilah dari teori tersebut didapatkan karena keadaan sebelum adanya pendinginan dan perpecahan lempeng, bumi hanyalah bebatuan gersang seperti planet mars atau venus, gersang dan tak dapat dihuni. Dari situlah istilah teori “Hadden” itu berasal.

Seperti dikutip dari Gizmodo.com (16/3/2017), namun, baru-baru ini para ilmuwan menemukan sebuah batu di Kanada yang diperkirakan berusia 2,7 milyar tahun lalu. Batu ini, sebagai indikasi awal bahwa konsep bumi kuno “Hadden” harus diuji ulang. Asisten profesor yang bernama Jonathan O’Neil dari University of Ottawa mengemukakan bahwa batu tersebut sebenarnya tak terlalu menarik pada awalnya, hanya seperti sebuah fosil lama. Tetapi ternyata ketika diteliti lebih jauh, unsur logam di dalamnya yang sangat kuat tanda dari sebuah kerak yang sangat lama.

Hal ini membuat para ilmuwan berfikir ulang tentang konsep terbentuknya bumi kuno dan menentukan dari manakah asal kerak bumi di dalam batu tersebut berasal. Apakah dari matik yang ada di darat atau dari batu yang mengerak di dalam lautan? Tetapi menurut asisten profesor O’Nail jika dilihat dari kerak dan tanda di batu tersebut asalnya dari lempeng tektonik atau sama artinya berasal dari lautan.

Jadi para ilmuwan mulai ragu akan konsep bumi kuno adalah neraka atau “Hadden”. Mereka mulai berfikir bahwa bumi pada awal pembentukannya tak terlalu kering dan malah menyerupai “Water World”. Namun penelitian tentang batu berusia 2,7 milyar tahun yang lalu itu masih dimatangkan. Karena menurut asisten profesor O’Nail meneliti batu berusia sangat tua adalah hal yang cukup sulit, sama halnya dengan meneliti fosil dinosaurus.