Komandan ISIS Asal Indonesia Ini Tewas Saat Serang Markas Tentara Suriah


    SURATKABAR.ID – Bahrumsyah alias Abu Muhammad Al Indonesiy mungkin memang bukan sosok yang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, pria ini merupakan salah satu tokoh Negara Islam Irak Suriah (ISIS) asal Indonesia.

    Pria ini memang sempat menghebohkan netizen dengan sebuah video yang diunggahnya. Dalam video tersebut Bahrumsyah mengajak masyarakat untuk bergabung dengan ISIS.

    Baru-baru ini, The Strait Times mengabarkan, Bahrumsyah tewas dalam mobil berisi bom yang meledak saat dirinya berencana menyerang Markas Tentara Suriah di Palmyra.

    Bahkan, Anmaq Agency, kantor berita resmi ISIS, juga mengabarkan bahwa Bahrumsyah tewas sebagai penyerang bom b***h diri di Palmyra.

    Baca juga: Dituding Lupa Janji Kampanye, Tanggapan Ridwan Kamil Menohok

    Meski komandan mereka tewas, ISIS menyebut serangan Bahrumsyah berhasil mengenai target dan tepat sasaran.

    Bahrumsyah merupakan tokoh ISIS yang dikenal sebagai perekrut andal untuk mengajak orang bergabung dengan ISIS. Ia juga menjabat sebagai Komandan Kelompok Mujahidin Indonesia Barat.

    Peneliti terorisme dan intelijen, Ridlwan Habib, mengatakan bahwa Bahrumsyah merupakan salah satu otak serangan bom Jl Thamrin, Jakarta.

    Ridlwan juga mengkonfimasi kebenaran berita kematian komandan ISIS ini.

    “Berita kematian Bahrumsyah valid. Di Indonesia para pengikutnya sudah saling mengirim doa di sosial media,” ujar Ridlwan dilansir tribunnews.com.

    Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Arrmanatha Nasir menyebut pihaknya kesulitan melacak keberadaan Bahrumsyah.

    Para WNI yang berangkat ke Suriah untuk mendukung ISIS pun tak pernah melaporkan aktivitasnya pada pemerintah.

    “Jawaban saya itu mungkin bisa bikin kesal. Saya ulangi lagi, tidak ada, sampai sekarang, WNI yang ke luar negeri berniat untuk bergabung kelompok teroris, melaporkan kepada KBRI,” tegasnya.

    Selain itu, WNI yang ke luar negeri untuk bergabung dengan ISIS juga tak pernah melapor pada Polri maupun Ditjen Imigrasi.

    Baca juga: Tersandung Kasus e-KTP, 9 Orang Ini Dicegah Bepergian ke Luar Negeri

    “Sehingga kita tidak bisa mengklarifikasi, mereka itu meninggal atau tidak. Itu kesulitannya, karena langkah atau hal yang mereka lakukan adalah suatu yang ilegal,” imbuh Arrmanatha.