Soal Pilih Pemimpin Non Muslim, Pendapat GP Ansor Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Memilih pemimpin non Muslim bagi seorang Muslim merupakan perdebatan hangat di tengah hiruk-pikuk Pilkada DKI 2017.

Apalagi, calon Gubernur nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), juga dianggap melakukan penistaan agama Islam. Makin runyam-lah pembicaraan tersebut.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, memiliki pendapat mengejutkan tentang boleh atau tidaknya seorang pemeluk Islam memilih pemimpin non Muslim.

Dalam kegiatan bertajuk “Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia” yang diikuti sekitar 100 kiai muda itu memutuskan, seorang muslim diperbolehkan memilih pemimpin non Muslim.

Baca juga: Sampaikan Unek-unek pada Anies, Permintaan Wanita Ini Bikin Ngakak

Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Penasihat GP Ansor Dr KH As’ad Said Ali, dan perumus KH Abdul Ghoffir Maimoen Zubair.

“Terpilihnya non Muslim di dalam konteks politik berdasarkan konstitusi adalah sah jika seseorang non Muslim terpilih sebagai kepala daerah,” ujar Bendahara Lembaga Bahtsul Masail NU, Najib Bukhori, dilansir cnnindonesia.com.

Najib melanjutkan, konstitusi secara jelas mengatakan bahwa setiap warga negara boleh memilih pemimpin tanpa melihat latar belakang agama yang dianutnya. Sementara penolakan untuk memilih, menurut Najib merupakan hal yang sifatnya pribadi.

“Seorang warga negara, dalam ranah pribadi, dapat memilih atau tidak memilih non Muslim sebagai pemimpin formal pemerintahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menilai tak seharusnya agama digunakan untuk kepentingan politik hingga dapat mengorbankan umat.

Salah satunya adalah pemasangan spanduk larangan mensalatkan jenazah seorang Muslim yang memilih pemimpin non Muslim. Yaqut menilai, hal ini tentu dapat mempengaruhi perpecahan internal yang bisa makin memburuk.

“Akibat situasi politik di Jakarta yang makin tidak terkontrol dan cenderung ganas, bukan tidak mungkin dapat menyebar ke daerah lain,” tuturnya.

Yaqut juga menyampaikan bahwa hasil bahtsul masail alias forum diskusi keagamaan tersebut akan disosialisasikan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIbu Bermobil Mewah Ini Mengamuk di Pegadaian dan Kantor PLN
Berita berikutnyaJadi Korban Pria Cabul di Bus, Wanita Ini Malah Dibully Netizen